Bank Jatim siapkan dana Rp1 triliun untuk UMKM lewat linkage program

Selasa, 14 Juli 2015 | 08:48 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyediakan dana Rp 1 triliun dalam program linkage dengan PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (Bank UMKM Jatim) untuk disalurkan bagi pelaku UMKM di Jatim.

Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso mengatakan penyediaan fasilitas pendanaan tersebut merupakan salah satu langkah perseroan untuk mendorong tumbuh berkembangnya indsutri skala mikro kecil dan menengah khususnya bisnis start-up.

"Dengan penyediaan dana linkage ini diharapkan Bank UMKM Jatim bisa menjangkau lebih banyak pelaku UMKM khususnya pemula yang feasible namun belum bankable. Ini juga sesuai dengan himbauan Gubernur Jatim yang berharap kedua bank milik Pemerintah Provinsi Jatim ini dapat saling bersinergi membangun perekonomian Jatim terus lebih baik," katanya di sela penandatangan nota kesepahaman (MoU) tentang penyaluran dana linkage kepada para pelaku UMKM di Jatim yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bank Jatim di Surabaya (13/7/2015).

Soeroso menambahkan, mekanisme pencairan dana linkage ini nantinya menganut sistem reimburse yakni dana yang sudah disalurkan oleh Bank UMKM Jatim bisa dikurangkan plafon yang sudah disediakan Bank Jatim.

Sementara itu, Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Subawi, mengatakan dengan adanya dana linkage dari Bank Jatim ini, pihaknya optimis bisa mempercepat penyaluran kredit pada tahun ini.

"Sampai akhir semester I/2015 penyaluran kredit kami sudah mencapai Rp 1,6 triliun. Dengan adanya dana linkage ini target kami akhir tahun ini sebesar Rp 1,75 triliun akan bisa tercapai," ujarnya.

Untuk tahap awal, dari plafon Rp 1 triliun itu, Bank UMKM Jatim akan memanfaatkan sekitar 20% diantaranya atau sekitar Rp 200 miliar pada tahun ini.

Jenis usaha yang akan dibidik penyalurannya dalam kredit linkage ini, kata Subawi, adalah usaha-usaha yang sifatnya produktif seperti industri barang jadi serta kredit untuk sektor pertanian. "Kami akan fokus pada usaha-usaha yang secara bisnis feasible namun belum tersentuh pembiayaan karena belum bankable. Kedepan kami juga akan bekerjasama dengan Jamkrida Jatim untuk menjamin kredit usaha kecil ini," katanya. kbc8

Bagikan artikel ini: