Terapkan new normal, Pemkot Malang siapkan lima strategi ini

Rabu, 3 Juni 2020 | 13:01 WIB ET

MALANG, kabarbisnis.com: Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB) Malang Raya telah berakhir, pada Sabtu (30/5/2020) lalu. Tiga daerah di Malang Raya pun siap memasuki periode transisi menuju New Normal Life, salah satunya adalah Pemerintah Kota Malang.

"Setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, dimana spirit dan roh yang akan kita bangun beradaptasi pada kondisi masa Covid-19,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Pemkot Malang, lanjutnya,  sudah menyusun langkah kebijakan usai PSBB. Dia menjelaskan, kebijakan pertama adalah menyiapkan konsep New Normal Life dengan menyusun detail SOP (Standar Operasional Prosedur) pola hidup sehat dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satunya seperti mewajibkan sarana prasarana khusus. Seperti di tempat umum, tempat layanan publik, instansi pemerintah dan swasta. Yakni diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan air mengalir dan sabun.

Kemudian menyediakan alat cek suhu tubuh dan membuat laporan harian. Tidak hanya itu, berkegiatan yang menimbulkan kerumuman masyarakat wajib mengikuti protokol kesehatan. Yakni mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk dan periksa suhu tubuh. Selain itu  berjemur minimal 30 menit di pagi hari hingga mandi dan langsung ganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah.

“Penunjang lain yang ditingkatkan adalah sarana prasarana kesehatan. Kami akan menyiapkan RSUD sebagai RS darurat penanganan Covid-19. Juga menyiapkan rumah isolasi untuk PDP ringan yang ada di Jakan Kawi,” paparnya.

Alumnus UIN Malik Ibarahim Malang ini menambahkan, akan ada pemantauan khusus bagi warga Kota Malang yang tercatat dalam Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) BPJS Kesehatan Malang.

Dijelaskannya, acuan data Prolanis menjadi arah pencegahan terjangkitnya Covid-19 kepada warga Kota Malang. Mereka yang memiliki penyakit kronis bawaan bakal dipantau lebih ketat kondisi  kesehatannya di masa New Normal.

“Lalu akan kami susun dan keluarkan kebijakan stimulus ekonomi. Dirumuskan secara detail kebijakan untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat. Khususnya di bidang usaha,” terang Sutiaji.

Untuk mendukung konsep New Normal ini, Pemkot Malang juga sudah menyusun lima poin strategi alias juru sakti agar percepatannya berhasil. Sutiaji membeberkan jurus tersebut, pertama adalah konsep Malang Berbagi (Malber).

Merupakan penguatan koordinasi dan kerjasama Pentahelix jajaran pemangku kebijakan Kota Malang selama pandemi Covid-19. Kedua lanjutnya, Malang Digital Service (Maldis). Konsep ini mendorong layanan berbasis on line dan mengurangi potensi berkumpul secara fisik.

Ketiga yakni Malang Herbal (Malherb). Ini merupakan konsep pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat. Keempat kata Sutiaji, Malang Beli Produk Lokal (Malpro) adalah membeli produk-produk lokal Malang.

 “Terakhir Malang Bahagia (Malba). Yakni sebuah kampanye digital gaya hidup sehat dan memfasilitasi program hiburan lokal serta penyediaan layanan psikologi,” pungkas Sutiaji. kbc10

Bagikan artikel ini: