New normal di daerah diterapkan secara bertahap, ini alasannya

Selasa, 2 Juni 2020 | 22:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo menyatakan, penerapan kenormalan baru (new normal) bakal dilakukan secara bertahap. Alasannya, tak semua daerah memiliki kemampuan yang sama dalam penanganan virus corona (Covid-19).

Kenormalan baru didorong dalam meningkatkan produktifitas di tengah pandemi Covid-19.

"Karena kita tahu bahwa penyebaran Covid-19 sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi, wilayah, bisa kita kendalikan," ujar Jokowi saat meninjau Masjid Istiqlal, Selasa (2/6/2020).

Oleh karena itu, terdapat sejumlah syarat dalam penerapan kenormalan baru. Antara lain adalah penurunan jumlah kasus dan penularan berdasarkan angka reproduksi (R0) dan efektifitas reproduksi (RT).

Selain itu kesiapan rumah sakit dalam menangani Covid-19 juga menjadi pertimbangan. Syarat lainnya yang perlu dipenuhi adalah jumlah pemeriksaan massal.

"Semuanya memakai data keilmuwan yang ketat," terang Jokowi kepada wartawan.

Ia berharap perlahan kenormalan baru bisa diterapkan. Kenormalan baru diterapkan bertahap mulai dari tahapan proses, tahapan wilayah, hingga tahapan sektor.

Sebelumnya terdapat 102 wilayah disetujui menerapkan kenormalan baru atau disebut masyarakat produktif dan aman Covid-19. Persetujuan tersebut disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

"Kemarin, tanggal 29 Mei 2020, Bapak Presiden Jokowi, memerintahkan Ketua Gugus Tugas untuk memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah kabupaten/kota yang saat ini, berada dalam zona hijau, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman COVID-19," jelas Doni dalam keterangan resmi, Sabtu (30/5) lalu.

Adapun 102 wilayah tersebut meliputi 14 kabupaten/kota Provinsi Aceh, 15 kabupaten/kota di Sumatra Utara, 3 kabupaten di Kepulauan Riau, 2 Kabupaten di Riau, 1 kabupaten di Jambi, 1 kabupatenndi Bengkulu, 4 kabupaten/kota di Sumatra Selatan, 1 kabupaten di Bangka Belitung dan 2 kabupaten di Lampung.

Di Pulau Jawa terdapat 1 kota di Jawa Tengah. Selain itu di Kalimantan Timur ada 1 kabupaten, Kalimantan Tengah ada 1 kabupaten, Sulawesi Utara ada 2 kabupaten, Gorontalo 1 ada kabupaten, Sulawesi Tengah terdapat 3 kabupaten, Sulawesi Barat ada 1 kabupaten, Sulawesi Selatan ada kabupaten, dan 5 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

Selanjutnya Nusa Tenggara Timur ada 14 kabupaten/kota, Maluku Utara ada 2 kabupaten, Maluku ada 5 kabupaten/kota, Papua, terdapat 17 kabupaten/kota dan Papua Barat 5 kabupaten/kota. kbc10

Bagikan artikel ini: