Yuk intip sektor bisnis yang terpuruk dan melesat di tengah pandemi Covid-19

Kamis, 28 Mei 2020 | 15:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengganggu perekonomian nasional. Pandemi ini telah membuat banyak pebisnis terpuruk, tak terkecuali usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Namun begitu, bukan berarti kita harus diam saja. Bagaimana pun, kita harus mampu beradaptasi dan bangkit.

Founder OK OCE Sandiaga Uno mengatakan, ada sejumlah sektor yang jatuh di tengah pandemi Covid-19, tetapi di sisi lain juga ada sektor usaha lainnya yang melambung.

"Sektor yang jatuh seperti hotel, penerbangan, resto, entertainment, mal, otomotif, oil and gas, properti. Sektor yang meningkat yaitu grocery atau e-commerce, obat-obatan, logistik, food delivery, teknologi, streaming service, dan sekarang kita berada di stay at home economy," ungkapnya, Rabu (27/5/2020).

Dalam webinar bertema Strategi Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19 bersama OK OCE INA Makmur dan MPM Berbagi, dia menjelaskan ada sektor yang menurun dan meningkat dalam pandemi ini.

Sandi berharap mereka yang berada di sektor menurun dapat beradaptasi dengan new normal. Adaptasi tersebut dapat dilakukan dengan mencoba beralih produk ke sektor yang meningkat.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, di tengah pandemi ada kategori-kategori yang meningkat, seperti sarung tangan sekali pakai, alat-alat masak, obat-obatan, vitamin, jamu, frozen food, alat-alat untuk bekerja di rumah, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan face shield.

"Strategi itu dapat kita terapkan agar bisnis kita tetap jalan seperti biasanya. Di samping itu kita juga harus tetap menjaga silaturahmi dengan sesama. Di balik silaturahim ada umur panjang dan melimpahnya rezeki. Dengan silaturahim ini pelaku usaha akan survive, serta selamat dengan kebersamaan," kata Sandi.

Dalam acara ini juga hadir Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, serta Ketua OK OCE INA Makmur, Joko Dwitanto. Selain diskusi, juga dilakukan pemberian bantuan kepada pelaku UMKM yang usahanya mati suri hingga berhenti beroperasi melalui MPM Berbagi.

"Kami berterima kasih kepada MPM Berbagi karena dapat membantu para pelaku UMKM saat pandemi ini. Kami juga memiliki program untuk saling membeli produk anggota agar usaha terus berjalan," ujar Joko. kbc10

Bagikan artikel ini: