MUI tegaskan imbauan penolakan rapid test Covid-19 hoaks

Kamis, 28 Mei 2020 | 11:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menolak rapid test Covid-19.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Zaitun Rasmin mengatakan, imbauan penolakan rapid test yang telah beredar dan mengatasnamakan MUI tersebut adalah hoaks. "Itu jelas hoaks," kata Zaitun, Rabu (27/5/2020). 

Menurut Zaitun, MUI tidak mungkin menolak tes terkait Covid-19. Sebab, pelaksanaan tes Covid-19 telah sesuai dengan ilmu pengetahuan. "Tidak mungkin MUI menolak tes untuk pandemi corona, di mana hal itu sesuai dengan ilmu pengetahuan, sementara Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan," ujar dia.

Sebaliknya, sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, MUI telah menerbitkan delapan fatwa yang terkait dengan wabah virus corona. Fatwa tersebut mulai dari ibadah saat situasi wabah, soal mengurus jenazah Covid-19, hingga fatwa soal shalat Idul Fitri 1441 Hijriah. 

Untuk itu, Zaitun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang simpang siur.

"Diharapkan masyarakat tidak mudah percaya dengan info atau isu atau berita-berita bombastis dan sensasional," kata dia.

Sebelumnya, beredar informasi bohong yang mengatasnamakan MUI mengenai imbauan agar masyarakat tidak melakukan rapid test Covid-19. Menurut informasi hoaks yang beredar itu, rapid test merupakan modus PKI untuk para tokoh agama Islam. kbc10

Bagikan artikel ini: