Menteri Tjahjo siapkan protokol kerja ASN sambut new normal

Kamis, 28 Mei 2020 | 09:25 WIB ET

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Tjahjo Kumolo akan menerbitkan surat edaran protokol kerja ASN dalam menghadapi era normal baru (new normal).

“Dalam upaya menanggulangi bencana wabah penyakit akibat virus Corona, maka perlu percepatan implementasi paradigma baru yang dikenal sebagai the new normal dalam sistem kerja ASN,” kata Tjahjo lewat keterangan tertulis, Rabu (27/5/2020).

Terdapat tiga aspek atau prinsip dalam pengaturan ASN menyambut new normal, yaitu sebagai berikut:

1. Flexible Working Arrangement (FWA)

Akan ada fleksibilitas pengaturan sistem kerja pegawai ASN. Terutama dalam hal jam kerja dan lokasi bekerja, dan fleksibilitas jumlah pekerjaan dengan tetap memperhatikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang efektif.

2. Infrastruktur penunjang berbasis teknologi

Momentum new normal ini bisa menjadi percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Ada beberapa aplikasi yang perlu disiapkan yaitu layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik seperti aplikasi e-office, aplikasi perencanaan.

Kemudian, aplikasi komunikasi dan kolaborasi melalui video web conference atau email. Selain itu, aplikasi pendukung seperti penyimpanan melalui cloud storage.

Penggunaan teknologi, informasi dan komunikasi dalam kondisi the new normal menciptakan cara kerja baru dalam penyelenggaraan pemerintah yaitu bekerja secara fleksibel, dinamis dan kolaboratif. Namun perlu diikuti dengan perbaikan sistem keamanan informasi pemerintah, dan mendorong penggunaan tanda tangan elektronik.

Selain itu, Tjahjo melihat perlu ada protokol khusus yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang kerja, ruang rapat, dan penggunaan gedung serta ruang pelayanan.

3. Sumber Daya Manusia

Pada prinsipnya penggunaan sistem kerja baru dengan fleksibilitas bukan merupakan hak pegawai ASN. Namun, kata dia, harus ditentukan oleh jenis pekerjaan yang dilaksanakan oleh ASN tersebut.

“Dengan demikian perlu disusun kriteria pekerjaan yang menggunakan flexible working. Hal lain yang perlu diperhatikan pada aspek SDM adalah perubahan pola pikir dan adaptasi yang cepat dari ASN berorientasi pada pencapaian kinerja,” kata Tjahjo.

Bagikan artikel ini: