Erick Thohir klaim mayoritas BUMN siap jalankan protokol new normal

Kamis, 28 Mei 2020 | 09:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan sebanyak 86% perusahaan negara siap menerapkan protokol kenormalan baru (New Normal).

"Kita petakan dari awal, 86 persen BUMN siap, yang tidak siap kita pandu agar tidak bikin blunder di lapangan," ujar Menteri Erick dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Ia mengatakan dalam menerapkan protokol COVID-19 di lingkungan BUMN, pihaknya tetap mengupayakan keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi."Namanya protokol COVID-19 harus seimbang, antara keselamatan kesehatan dan pelan-pelan juga menghidupkan ekonomi," ujarnya

Erick menjelaskan, kesiapan BUMN menerapkan protokol kenormalan baru itu mengantisipasi pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah daerah."BUMN ada di setiap daerah, kalau tiba-tiba ada kelonggaran PSBB kita tidak bingung, pemerintah daerah punya keputusan masing-masing. Kita tidak mungkin PSBB longgar baru kita siapkan protokolnya," imbuhnya.

Erick mengemukakan tiga poin penting dalam penerapan protokol kenormalan baru BUMN, yakni pola kerja yang fleksibel, penerapan kesehatan yang ketat, dan akselerasi teknologi."Tidak ada yang sempurna, tapi harus dicoba dulu, lihat mana yang sudah bagus dan mana yang harus dicoba lagi," katanya.

Ia menambahkan kebijakan kenormalan baru di lingkungan BUMN juga berbeda-beda karena memiliki bisnis yang tidak sama.Penerapan protokol kenormalan baru di lingkungan BUMN diprediksi memakan waktu hingga lima bulan ke depan, hal itu dikarenakan tidak mudah untuk mengubah kebiasaan."Kesadaran adalah kuncinya," jelas Erick.

Deputi bidang SDM, Teknologi dan Informatika Kementerian BUMN Alex Denni mengatakan salah satu yang menjadi perhatian Kementerian BUMN adalah bagaimana mendorong ekonomi dengan kondisi kenormalan baru.

"Kegiatan bisnis akan mencari cara-cara baru dengan produk-produk baru, solusi-solusi baru yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan budaya yang baru. Inilah yang disebut kenormalan baru," ucapnya.

Saat ini, lanjut Erik masyarakat sedang berada di pertengahan zona bahaya (awal pandemi) dan kenormalan baru. "BUMN diharapkan dapat menjadi pengaruh yang signifikan untuk menciptakan skenario kenormalan baru," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: