New normal, mampukah bikin ekonomi kembali normal?

Rabu, 27 Mei 2020 | 09:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah menyiapkan skenario new normal untuk hidup berdampingan dengan pandemi virus Corona (Covid-19). Pada era ini, aktivitas bisnis diharapkan bisa tetap berjalan sehingga laju perekonomian Indonesia terus bergerak.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menilai, era new normal dengan mencabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak akan mengembalikan ekonomi menjadi normal selama pandemi masih mengintai.

"Pelonggaran ini sekali lagi memang tidak akan mengembalikan ekonomi seperti normal sebelum wabah terjadi," kata Piter seperti dikutip, Selasa (26/5/2020).

Cara itu hanya bisa membantu aktivitas ekonomi berjalan secara bertahap dengan catatan masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tak terjadi gelombang kedua Corona.

"Ukuran keberhasilannya (new normal) adalah masyarakat bisa beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga ekonomi bisa secara bertahap berjalan kembali. Sementara penyebaran wabah tetap bisa dikendalikan, tidak terjadi ledakan korban," ucapnya.

Piter menilai, penerapan new normal berisiko menimbulkan penyebaran virus corona sangat besar karena dilakukan saat kurva penularan belum landai. Penerapan new normal dinilai akan berjalan efektif jika masyarakat disiplin mengikuti anjuran pemerintah.

"Kita hanya bisa berharap kita semua bisa disiplin melaksanakan protokol ini. Kata kuncinya ada di disiplin masyarakat. PSBB tanpa kedisiplinan sama saja bohong. Sementara pelonggaran PSBB, membuka kembali aktivitas ekonomi yang diikuti kedisiplinan bisa jadi solusi tanpa harus diikuti ledakan penularan," imbuhnya.

Bagikan artikel ini: