PLN Jatim kerahkan kembali petugas baca meter di akhir Mei 2020

Selasa, 19 Mei 2020 | 17:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai upaya optimalisasi dan akurasi angka tagihan rekening listrik di saat Pandemi Covid-19, PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur menginstruksikan kepada seluruh petugas baca meter untuk kembali menjalankan kegiatan baca stand kWh meter pelanggan pada akhir Bulan Mei untuk digunakan sebagai dasar tagihan rekening listrik Bulan Juni 2020. Periode pembacaan meter oleh petugas akan dimulai dari tanggal 21 Mei 2020 hingga akhir bulan berjalan.

“Sebelumnya sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pada akhir Maret 2020 PLN UID Jawa Timur tidak melakukan kegiatan baca meter di lapangan. Untuk itu PLN mengeluarkan kebijakan baca stand meter mandiri dengan mengirim foto stand kWh meter ke PLN," ujar Senior Manager General Affairs PLN UID Jawa Timur, A. Rasyid Naja di Surabaya, Selasa (19/5/2020).

Sementara bagi yang tidak mengirimkan, pemakaian akan dihitung berdasarkan rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya, sebagai angka pemakaian listrik bulan Maret 2020.

"Selisih lebih atau kurang dari angka rata-rata dengan pemakaian yang sesungguhnya akan kami perhitungkan pada tagihan setelah stand meter kembali dibaca. Namun, mengingat pentingnya akurasi tagihan bagi pelanggan, serta dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19 di lapangan maka akhir Mei ini seluruh petugas akan kami kerahkan kembali.” terangnya.

Sehubungan dengan pemberlakuan kembali baca stand kWh meter ini, Rasyid mengingatkan kepada pelanggan untuk mencermati beberapa kondisi yang mungkin timbul di rekening listrik masing-masing pada bulan Juni nanti.

Ketika pada akhir Mei petugas kembali melakukan pembacaan angka stand meter, maka ada dua kemungkinan yang akan timbul bagi pelanggan yang tidak mengirimkan angka stand meter secara mandiri kepada PLN, yakni angka rata-rata yang digunakan ternyata lebih kecil dari angka pemakaian, atau sebaliknya angka rata-rata tersebut lebih besar dari pemakaian yang seharusnya. Sesuai prosedur, PLN akan memperhitungkan selisih dari angka pemakaian real tersebut pada tagihan di bulan Juni 2020.

Ketika pada akhir Mei PLN melakukan baca stand kWh meter real di lapangan, maka akan terdapat dua kemungkinan, pemakaian lebih besar dibanding tagihan atau sebaliknya, pemakaian lebih kecil dibanding tagihan. Jika pemakaian bulan Maret dan April terdapat kurang tagih atau pemakaian lebih besar dibanding tagihan, maka akan diakumulasikan pada pemakaian bulan Mei.

"Jika pada masa pandemi pemakaian listrik  ternyata kurang dari tagihan atau pemakaian lebih kecil dibanding tagihan, maka juga akan diperhitungkan juga pada pemakaian bulan Mei. Kami berharap  pelanggan dapat memahami komponen perhitungan tagihan listrik di bulan Juni nanti," tegas Rasyid.

Untuk itu, sebanyak 3.299 petugas kembali dikerahkan dalam kegiatan baca meter kepada seluruh pelanggan di Jawa Timur, namun tentunya dengan protokol keamanan Covid-19. Serangkaian prosedur yang harus dijalani petugas sebelum terjun ke lapangan mulai dari koordinator lapangan memastikan kondisi petugas dalam keadaan sehat, petugas tersebut dibekali Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan, handsanitizer dan surat tugas. Selain itu, petugas juga diwajibkan tetap menjaga jarak aman dengan pelanggan dan maksimal kunjungan ke pelanggan selama tiga menit.

"Bagi pelanggan yang ingin tetap melakukan baca meter mandiri melalui whatsapp, layanan tersebut masih tetap disediakan oleh PLN dan angka yang dikirimkan akan menjadi bahan verifikasi petugas. PLN menyadari bahwa dengan diberlakukan kembali kegiatan baca meter oleh petugas memerlukan sosialisasi dan informasi kepada seluruh pelanggan di lingkungan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur," katanya.

Rasyid juga memastikan bahwa PLN akan  menyebarkan informasi ini secara efektif agar pelanggan dapat lebih cermat memahami perhitungan rekening listrik masing-masing.

“Kami tidak akan mengurangi hak pelanggan, karena tugas utama PLN adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia, tapi PLN akan tetap melakukan pelayanan terbaik agar pelanggan tetap nyaman, dan tetap dapat melakukan pembayaran listrik tepat waktu. Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, agar kami tetap optimal dalam menjaga listrik agar tetap menyala”, pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: