PTPN XI alihkan THR Direksi dan Komisaris untuk bantuan kemanusiaan

Selasa, 19 Mei 2020 | 16:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara XI salurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Jawa Timur Senin (18/05/2020). Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Utama PTPN XI, I Gede Meivera Utama Andjana Putra Dan diterima langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Bantuan tersebut berupa sembako yakni beras, gula kristal putih, mie instan, dan Susu Kental Manis (SKM). Sementara sebagian bantuan lainnya disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten di wilayah kerja pabrik gula PTPN XI dan beberapa pondok pesantren serta  panti asuhan.

"Bantuan kemanusiaan ini dari THR Direksi dan Dewan Komisaris yang dialihkan untuk membantu efek wabah pandemi Covid-19 dengan total anggaran 450 juta rupiah," ujar Humas PTPN XI Brilliant Johan Anugerah.

Sebelumnya PTPN XI telah menyalurkan masker, APD untuk Rumah Sakit, handsanitizer produk PASA Djatiroto ke beberapa instansi dan lembaga sosial masyarakat untuk program pencegahan penularan Covid-19.

"PTPN XI melalui anak perusahaan yang bergerak dibidang jasa, PT Nusantara Sebelas Medika, juga menyiapkan empat rumah sakit untuk membantu penanganan Covid-19. Dua diantaranya yakni RS Lavalette Malang dan RS Djatiroto Lumajang menjadi Rumah Sakit Rujukan Jawa Timur," tambahnya.

Dan untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, PTPN XI juga telah  mengadakan pasar murah gula di 10 kota. Total alokasi gula yang disediakan untuk kegiatan tersebut mencapai 75.000 ton.

Kegiatan tersebut dilakukan serentak di Kantor Pusat Surabaya dan seluruh pabrik gula wilayah kerja PTPN XI yang berada di Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bondowoso, Kabupate  Situbondo, Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang,.

Pasar murah juga dilaksanakan untuk pekerja media yang ditempatkan di kantor pusat PTPN XI.  Sebanyak 1 ton gula disalurkan dalam kegiatan tersebut dengan harga sesuai HET yakni Rp12.500 per kilogramnya.

"Selain sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga gula, kegiatan ini merupakan apresiasi PTPN XI terhadap profesi wartawan dan membantu insan pers dalam mendapat gula jelang hari raya," tambahnya.

Seperti diketahui bersama sejak awal tahun ini selain sulit didapat, harga gula dipasaran berada diatas HET (harga eceran tertinggi) yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

Kebutuhan gula kristal putih untuk konsumsi langsung nasional sebesar kurang lebih 3 juta ton, ini lebih besar daripada produksi gula kristal putih (gkp) nasional yakni sebesar  2,1 juta ton, sehingga ada selisih kurang (defisit) antara supply dan demand. Hal ini yang menyebabkan gula jarang didapat dipasaran dan harga naik melebihi HET.kbc6

Bagikan artikel ini: