PGN tebar dividen Rp1 triliun

Jum'at, 15 Mei 2020 | 20:33 WIB ET

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun buku 2019. RUPST ini juga memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2019 sebesar Rp 1.007.477.080.625,76 atau Rp41,56 per lembar saham kepada pemerintah dan pemegang saham.

{ada 2019, PGN berhasil mempertahankan kinerja positif dengan didukung oleh peningkatan kinerja operasional. PGN berkomitmen memperluas utilisasi gas bumi domestik. Saat ini PGN memiliki lini bisnis pipanisasi Gas, CNG, dan LNG. PGN menghadirkan produk yang menyasar segmen pelanggan industri dan komersial, Gas Kita/Jargas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, Gas Link untuk pengguna CNG atau LNG, dan GasKu untuk sektor transportasi yang disalurkan melalui SPBG.

Dari kinerja konsolidasi secara operasional, pada posisi hulu PGN meraih catatan lifting minyak dan gas bumi sebesar 28.293 BOEPD dan pada posisi hilir meliputi niaga gas sebesar 990 BBTUD, transmisi gar 2.046 MMSCFD, dan bisnis hilir lainnya 228 BBTUD.

Realisasi volume transmisi dipengaruhi oleh penurunan volume Pertagas dan penghentian penyaluran gas oleh PCML melalui pipa Kalimantan Jawa Gas (KJG) pada September 2019. Realisasi lifting lebih rendah dibanding tahun 2018 karena dipengaruhi oleh berakhirnya 2 blok upstream yakni SES dan Sanga-Sanga.

Total aset yang dikelola PGN mencapai US$ 7,374 miliar dengan pendapatan mencapai US$ 3,849 miliar dengan EBITDA sebesar US$ 1,040 miliar. Secara konsolidasian, PGN menghasilkan laba operasional sebesar US$ 546 juta dengan laba bersih US$ 68 juta. Realisasi pendapatan atau EBITDA 2019 ini dipengaruhi penurunan pendapatan dari sisi upstream karena berakhirnya 2 blok pada akhir 2018 yakni Blok Sanga-Sanga dan SES serta harga ICP dan finance lease akibat berhentinya pengaliran gas melalui pipa KJG.

Secara detail, kinerja keuangan ditopang oleh geliat operasional. PGN tahun lalu berhasil meningkatkan volume distribusi gas dari posisi 960 BBTUD menjadi 990 BBTUD atau naik 3%. Untuk transmisi gas, PGN menyalurkan 2.046 MMSCFD. Peningkatan ini merupakan hasil ekspansi pelayanan yang digarap PGN.

Hingga tahun lalu, PGN berhasil mendistribusikan 397.474 gas, naik dari posisi 325.917 dibanding tahun sebelumnya, terlebih lagi adanya lompatan kenaikan jumlah pelanggan sejak 2018 yang hanya sebesar 96.049. Dengan ini, PGN berhasil mengelola market share niaga gas bumi Indonesia sebesar 92%. Selain itu, pada 2019 PGN juga berhasil menambah infrastruktur pipa sepanjang ±253 km (±75 km pipa distribusi dan ±177 km pipa transmisi) sehingga total menjadi ±10.169 km.

Untuk ke depannya, PGN juga akan memperluas utilisasi gas bumi melalui pembangunan infrastruktur pemanfaatan gas bumi seperti proyek LNG Teluk Lamong Jawa Timur, Jargas Rumah Tangga, penyediaan infrastruktur minyak bumi dan pipa transmisi Rokan, gasifikasi kilang minyak Pertamina, serta gasifikasi PLTD di 52 lokasi pembangkit listrik PLN untuk meningkatkan pengembangan gas bumi di wilayah baru serta untuk memeratakan akses sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Terminal LNG Teluk Lamong ditargetkan dapat mengatasi defisit supply gas di Jawa Timur sebesar 30 BBTUD dan membuka peluang penyaluran LNG Retail sebesar 10 BBTUD, serta mendorong pengembangan bisnis LNG trading di pasar internasional perkembangannya sudah mulai fase uji coba. Kemudian untuk jargas rumah tangga dengan dana APBN, sudah proses konstruksi di 30 kota/kabupaten di luar Pulau Jawa, dari target awal akan dibangun di 49 kota/kabupaten," jelas Rachmat, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2020).

Kondisi yang kian berkembang itu mendorong PGN melakukan berbagai inovasi. Seperti disinggung oleh Sekretariat Perusahaan PGN Rachmat Hutam, untuk memberikan layanan yang handal kepada pelanggan eksisting serta menjadi modal dalam menarik minat konsumen yang lebih luas lagi. Ia menambahkan, PGN telah merencanakan pengembangan infrastruktur pada 2020 dengan target mencapai 186 km untuk distribusi dengan rincian 63 km di Jawa dan 123 km di Sumatera.

"Untuk penguatan pelayanan tersebut, kami juga terus melakukan pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur. Lebih dari 90% jaringan pipa gas PGN dijamin mempunyai kualitas baik hingga masa 30 tahun," tegas Rachmat. kbc10

Bagikan artikel ini: