Mandiri Syariah catat laba bersih Rp368 miliar di kuartal I

Rabu, 13 Mei 2020 | 12:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 368 miliar sepanjang kuartal I-2020. Angka ini naik 51,53 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kenaikan laba ini ditopang pendapatan margin dan fee based income yang disumbang dari transformasi bisnis digital.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengaku puas terkait semua pencapaian perusahaan selama triwulan I tahun 2020.

"Alhamdullilah, kami berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholders, khususnya nasabah kepada Mandiri Syariah. Juga dukungan Mandiri Group kepada Mandiri Syariah baik melalui sinergi produk layanan, dan lain-lain," ujar Toni, dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2020).

Indikator bisnis Mandiri Syariah secara keseluruhan diklaim naik secara signifikan. Mulai dari aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan dengan kualitas baik, margin, hingga fee based income.

Sementara itu, Direktur IT, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah Achmad Syafii menyebut pengembangan fitur digital turut berdampak pada peningkatan jumlah pendapatan Fee Based Income (FBI).

FBI digital channel naik 36,97 persen dari Rp 52,06 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 71,31 miliar per Maret 2020.

Sedangkan Fee Based Income dari mobile banking, memberikan kontribusi tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 55,76 persen, dari Rp 8,04 miliar per Maret 2019 menjadi Rp 12,52 miliar pada periode yang sama di 2020.

Hingga Maret 2020, user Mandiri Syariah Mobile (MSM) mencapai 1,15 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 8,5 juta transaksi.

"Insya Allah, kami akan selalu mengembangkan dan meningkatkan layanan digital demi kemudahan dan kenyamanan nasabah," kata Syafii.

Nasabah pun dapat melakukan pembayaran dengan QRIS, transaksi ke berbagai marketplace hingga pengisian saldo e-wallet Melalui MSM ini.

Bahkan masyarakat juga, kata dia, bisa membuka rekening online #dirumahsaja, ini merupakan fitur pertama yang dimiliki bank syariah di Indonesia.

"Dengan #dirumahsaja tentunya sejalan dengan pesan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran (virus corona) Covid-19," tegas Syafii. kbc10

Bagikan artikel ini: