Pabrik Rungkut 2 beroperasi kembali, DPRD: Banyak warga gantungkan hidup pada Sampoerna

Minggu, 10 Mei 2020 | 16:16 WIB ET

SURABAYA – Pabrik Rungkut 2 milik PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) akan kembali beroperasi pada Senin mendatang, 11 Mei 2020, sejak dihentikan sementara pada 27 April 2020 (14 hari lalu). Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah, menyatakan beroperasinya pabrik Rungkut memastikan roda ekonomi rumah tangga para karyawan perusahaan tetap terjaga di tengah pandemi virus corona (COVID-19) ini.

"Banyak warga Surabaya dan Sidoarjo bekerja di perusahaan tersebut. Ternyata, mereka itu menjadi tulang punggung keluarganya yang menggantungkan kehidupannya pada perusahaan tersebut," kata Khusnul kepada wartawan.

Sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Gugus Tugas setempat, Sampoerna menerapkan dan meningkatkan protokol kesehatan dan kebersihan dengan lebih ketat antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, menyediakan shelter, melakukan test COVID-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

"Semua pihak memberikan atensi yang cukup besar kepada Sampoerna karena cukup banyak warga kita yang menggantungkan hidupnya di perusahaan ini. Jadi sekali lagi, ini menjadi perhatian kita semua karena menyedot perhatian publik. Saya yakin Sampoerna tentu mengevaluasi ini semua karena berkaitan juga dengan kualitas produk," katanya.

Tidak hanya Sampoerna, Khusnul juga mengingatkan industri lainnya yang telah mengantongi izin dari Kementerian Perindustrian agar beroperasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. "Bila perlu diperketat lagi, untuk apa? Untuk menjamin bahwa perusahaan, karyawan, pengemudi, dan pejabatnya terlindungi dengan baik dari COVID-19," politikus dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Di tengah rencana kembali beroperasinya pabrik Rungkut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), KH Marzuki Mustamar, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus aktif memberikan informasi akurat mengenai penularan COVID-19. Hal ini sekaligus mencegah agar masyarakat tidak menyudutkan korban yang terpapar COVID-19, termasuk rekan-rekan di lingkungan kerjanya.

"Asalkan kyai, tokoh masyarakat, pengurus RT bersama-sama memberikan penjelasan, ya, pasti aman," kata kyai kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu ketika dihubungi wartawan.

Ketua Satgas NU Peduli COVID-19 sekaligus Bendahara Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU), Muhammad Makky Zamzami, menambahkan penyebaran informasi harus dilakukan secara simultan melalui pendekatan-pendekatan yang strategis. Sebab, permasalahan ini harus diselesaikan secara gotong-royong.

"Baik tokoh agama maupun pemerintah, RT dan RW, harus terus menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ini loh pencegahannya kalau positif bagaimana, terutama Puskesmas juga harus bekerja sama dengan kelurahan serta kecamatan dalam memberikan informasi," ujarnya.

Bagikan artikel ini: