Disney rugi US$1 miliar gegara pandemi Covid-19

Jum'at, 8 Mei 2020 | 06:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi virus corona (Covid-19) yang menghantam sebagian besar dunia juga menghempaskan bisnis Disney. Rekreasi kenamaan dunia ini terpaksa menutup beberapa taman dan layanan kapal pesiarnya. 

Perusahaan mengumumkan kerugian pendapatan setidaknya US$1 miliar pada kuartal ke-2 setelah taman bermain, layanan kapal pesiar dan toko-tokonya tutup. 

"Dampak Covid-19 membuat kami melakukan langkah pencegahan penyebaran virus. Kami telah menutup taman hiburan dan toko ritel, pelayaran kapal pesiar dan tur berpemandu. Kami juga mengalami gangguan rantai pasokan," ujar juru bicara perusahaan, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (7/5/2020). 

Divisi Parks, Experiences and Consumer Products Disney mengkalkulasi potensi kehilangan dari 6 taman bermain internasional Disney, kapal pesiar, hotel, layanan tur, serta penjualan merchandise.

Tahun lalu, segmen ini berkontribusi pada 37 persen pendapatan total perusahaan, yaitu sebesar US$69,6 miliar. 

Pada tahun fiskal kedua yang berakhir 28 Maret lalu, Disney melaporkan penurunan pendapatan sebesar 10 persen atau sebanyak US$5,54 miliar.

Selain itu, pendapatan operasional dari segmen Parks, Experiences and Consumer Products ambles 58 persen secara tahunan. Padahal, segmen inilah penyumbang pendapatan terbesar Disney. 

Adapun, taman bermain Disney pertama yang ditutup gegara Corona ialah Disneyland Shanghai, tepatnya pada 25 Januari lalu, disusul Disneyland Hong Kong pada 26 Januari, dan Disneyland Tokyo pada 29 Februari. 

Lalu pada 14 Maret, giliran Disneyland California dan Disneyland Paris yang tutup. Walt Disney World ditutup per 15 Maret. 

Namun demikian, perusahaan mengumumkan akan segera membuka kembali Disneyland Shanghai 11 Mei 2020 mendatang. 

"Saat kita melihat ke depan, ada kesempatan untuk membuka kembali Disneyland Shanghai, meskipun dengan visibilitas rencana yang terbatas. Dimungkinkan, hal itu juga akan berlaku pada pembukaan kembali taman bermain yang lain," kata CFO Disney Christine McCarthy. kbc10

Bagikan artikel ini: