Jaga kebugaran selama Ramadan, perhatikan hal ini

Selasa, 5 Mei 2020 | 12:41 WIB ET

INGIN tubuh tetap bugar di bulan Ramadan semestinya bukan menjadi kendala. Hanya saja diperlukan waktu yang tepat agar metabolisme tubuh tetap terjaga dengan baik

Dr dr Djunaedi Sp.KO di Jakarta, Selasa (5/5/2020) mengatakan, waktu yang tepat berolahraga adalah di pagi hari (06.00-10.00) atau sore hari (16.00-18.00). Menurut Djunaedi, melakukan olahraga pada pagi hari adalah baik, kerena energi yang tersedia dalam tubuh masih cukup, namun harus dilakukan di ruangan tertutup untuk menghindari pengeluaran keringat secara berlebihan.

Jenis olahraga yang dapat dilakukan diantaranya aerobik, jogging, berenang, bersepeda ditambah latihan weight training intensitas ringan – sedang.

Sementara, untuk berolah raga di sore hari juga termasuk waktu yang baik. Pada sore hari kita dapat melakukan olahraga baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Keuntungannya adalah cairan yang hilang selama berolahraga dapat cepat diganti dengan berbuka puasa.

Hanya banyak pertanyaan; bagaimana tingkat kekurangan cairan pada seseorang yang berpuasa pada sore hari? Apakah olahraga tidak akan memperberat tingkat kekurangan cairannya?

Penelitian yang dilakukan oleh Dr dr Junaidi, Sp.KO dari Fakultas Olahraga Universitas Negeri Jakarta mengungkapkan dalam pengamatan sekelompok pria dan wanita; kehilangan cairan kelompok pria dari sahur sampai jam 4 sore berkisar 1,3 sampai 1,6% dari berat badan (BB). Sedangkan kehilangan cairan kelompok wanita dari sahur sampai jam 4 sore berkisar  1,9 sampai 2,3% BB.

Pada kelompok yang melakukan olahraga aerobik selama 40 menit pada pukul 4 sore di dalam ruangan; ditemukan bahwa kehilangan cairan tubuh pada kelompok pria menjadi 1,6 sampai 1,9% BB, sedangkan pada kelompok wanita kehilangan cairan tubuh menjadi 2,3 sampai 2,8% BB.

Dengan demikian, baik pada kelompok pria maupun kelompok wanita, kehilangannya masih termasuk dehidrasi ringan sehingga tidak membahayakan kesehatan.Ini sekaligus menjadikan tubuh digunakan sebagai sumber bahan bakar eksternal ketimbang memecah otot dan protein. kbc10

Bagikan artikel ini: