Inflasi April di level 0,08 persen, gula hingga bawang merah jadi pemicu

Senin, 4 Mei 2020 | 15:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada April 2020 sebesar 0,08%. Sektor yang ikut mendongkrak inflasi pada tahun ini adalah dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,09% dengan andilnya sebesar 0,02%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, salah satu yang menyebabkan inflasi adalah kenaikan pada harga bawang merah yang mengalami kenaikan sebesar 0,08%. Kemudian ada juga harga gula pasir yang mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang inflasi sebesar 0,02%.

"Kelompok pengeluaran yang sumbang andil inflasi, kelompok makanan minuman dan tembakau inflasi 0,09% dan andilnya kepada inflasi 0,02%. Beberapa komoditas yang berikan andil ke inflasi karena kenaikan harga adalah bawang merah 0,08%, gula pasir andil 0,02%," ujarnya dalam telekonferensi, Senin (4/5/2020).

Selain itu, ada juga kenaikan pada harga minyak goreng sebesar 0,01%. Selain itu, harga beras hingga Rokok baik filter maupun rokok putih juga mengalami kenaikan hingga 0,01%.

"Beberapa barang seperti minyak goreng, rokok filter, rokok putih, beras. Masing-masing 0,01%," ucapnya.

Selain itu, ada juga beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dan menyumbang pada deflasi. Seperti misalnya adalah Cabai Merah yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil 0,08%. Kemudian ada juga daging ayam ras yang menyumbang kepada deflasi sebesar 0,05%.

Bawang putih karena turun harga sumbang deflasi 0,02%. Jadi untuk makanan, minuman dan tembakau, inflasi rendah 0,09% dan andil 0,02% dengan pergerakan barang yang sudah saya sampaikan," kata Kecuk. kbc10

Bagikan artikel ini: