Grup Lion Air tunda penerbangan domestik khusus

Minggu, 3 Mei 2020 | 14:16 WIB ET

JAKARTA - Grup Lion Air memutuskan untuk menunda operasional penerbangan domestik dengan perizinan khusus yang semula dijadwalkan mulai 3 Mei 2020. Pasalnya, dibutuhkan persiapan-persiapan yang lebih komprehensif agar maksud dan tujuan pelaksanaan penerbangan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan berlaku.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, perkembangan terbaru sehubungan rencana layanan operasional dengan perizinan khusus (exemption flight) pada rute domestik yang semula akan dijadwalkan mulai Minggu (3/5/2020) mengalami penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksud, yakni penundaan operasional exemption flight Lion Air Group hingga pemberitahuan selanjutnya (until further notice/ UFN).

"Penundaan terjadi karena dibutuhkan persiapan-persiapan yang lebih komprehensif agar maksud dan tujuan pelaksanaan penerbangan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan berlaku serta memenuhi unsur-unsur keamanan dan keselamatan penerbangan, termasuk tidak menyebabkan penyebaran corona virus disease (Covid-19)," kata Danang dalam keterangannya, Minggu (3/5/2020).

Dia menambahkan, Lion Air Group secara menyeluruh selalu berkoordinasi bersama regulator serta berbagai pihak terkait, dengan harapan apabila penerbangan akan dilaksanakan dapat beroperasi lancar sehingga bisa memenuhi kebutuhan transportasi udara sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa angkutan udara Idulfitri periode 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Lion Air Group menegaskan, ungkap Danang, tujuan utama operasional perizinan khusus adalah bagian kesungguhan dalam membantu kemudahan mobilisasi guna melayani pebisnis bukan untuk mudik serta tujuan penerbangan yang mencakup pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan; oerasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia; operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi) yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA); operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat; operasional angkutan kargo; dan operasional lainnya berdasarkan izin direktur jenderal perhubungan udara.

"Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman yang timbul. Kepada calon tamu atau penumpang yang sudah membeli tiket pesawat udara atau memiliki reservasi perjalanan, agar melakukan proses pengembalian (refund)," terang Danang. kbc1

Bagikan artikel ini: