PUPR tawarkan 6 proyek tol senilai Rp80,26 triliun ke investor, ini rinciannya

Jum'at, 1 Mei 2020 | 11:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan 6 proyek infrastruktur jalan tol dengan total nilai Rp 80,26 triliun kepada investor. Penawaran ini dilakukan melalui penjajakan pasar (market sounding) yang digelar secara virtual, Kamis (30/4/2020).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek ini bakal direalisasikan setelah pandemi virus corona (Covid-19) selesai.

"Apa yang dikerjakan sekarang adalah bagian untuk menyiapkan take off kelar pandemi nanti," ujar Basuki dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Kamis (30/4/2020).

Adapun enam proyek yang ditawarkan adalah Jalan Tol Semanan-Balaraja dengan biaya investasi Rp 15,5 triliun. Saat ini, proyek tersebut siap dilelang. Selanjutnya, Jalan Tol Cikunir-Ulujami dengan nilai investasi Rp 21,56 triliun yang sedang melalui proses peninjauan (review) dokumen lelang.

Kemudian, Jalan Tol Sentul Selatan-Kawarang Barat senilai Rp 15,3 triliun yang dokumennya sedang di-review untuk lelang, Jalan Tol Patimban senilai Rp 7,5 triliun yang tengah melalui proses penyusunan dokumen lelang, dan Jalan Tol Semarang-Harbour dengan investasi Rp 11,7 triliun yang sedang melalui proses evaluasi dokumen prastudi kelayakan.

Terakhir, proyek yang ditawarkan Kementerian adalah Jalan Tol Batam-Bintan dengan investasi senilai Rp 8,7 triliun. Proyek ini tengah melalui proses penyusunan dokumen prastudi kelayakan.

Basuki mengatakan, keenam proyek tersebut memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan Jalan Tol Akses Patimban. Menurut Basuki, Jalan Tol ini dibangun untuk menyiapkan akses kendaraan ke Pelabuhan Patimban yang sebentar lagi akan menjadi pusat layanan logistik di Pulau Jawa.

"Di sepanjang Patimban juga akan muncul kawasan industri baru. Ini akan sangat menguntungkan bagi akses Jalan Tol Patimban," tuturnya.

Sedangkan Jalan Tol Semarang-Harbour, kata Basuki, nantinya akan menghubungkan kawasan strategis Kendal dan Pelabuhan Tanjung Mas serta menghubungkan Jalan Tol Semarang dan Demak. Sedangkan Jalan Tol Batam-Bintan digadang-gadang bakal mampu mendukung pertumbuhan pariwisata dan mendatangkan turis dari Singapura.

Sementara Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya akan mendukung investor dengan pelonggaran sejumlah perizinan. "Siapa pun pemenangnya, kami juga akan memberikan tax holiday, kemudahan impor barang modal, dan tax allowance,: ucapnya.

Namun, Bahlil memastikan seluruh investasi yang masuk, baik dalam negeri maupun modal asing, akan dikolaborasikan dengan pengusaha lolas serta UMKM. "Semua investasi yang masuk harus berpatner dengan pengusaha lokal," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: