Dua karyawannya meninggal akibat Covid-19, HM Sampoerna tutup pabrik Rungkut 2

Kamis, 30 April 2020 | 15:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) akhirnya menutup operasi pabrik rokok Rungkut 2 pasca dua karyawannya meninggal akibat terpapar Corona Virus atau Covid-19. Penutupan mulai dilakukan sejak Senin (27/4/2020) hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

"HM Sampoerna menempatkan keselamatan dan kesehatan karyawan sebagai prioritas utama. Sesuai dengan peraturan yang berlaku (Pergub Jatim No 18/2020 dan Perwali No 16/2020 tentang PSBB), kami memutuskan untuk melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian," tegas Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Elvira Lianita dalam siaran pers yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Kamis (29/4/2020). 

Penghentian sementara ini bertujuan agar perusahaan dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus Covid-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan di lokasi tersebut.

"Kami juga telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan kami kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jawa Timur. Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang," tambahnya.

Selanjutnya, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, HM Sampoerna juga telah menerapkan protokol yang dianjurkan antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test Covid-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat. 

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan kami dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas di tingkat Kota dan Provinsi untuk mencegah penyebaran," tegasnya.

Langkah ini diambil dengan terus memastikan dukungan perusahaa n kepada karyawan dan melakukan tanggung jawab sosial terhadap komunitas, antara lain dengan memberikan cuti dan tetap menerima gaji seperti biasa bagi karyawan yang terdampak, karyawan yang perlu melakukan karantina mandiri dan karyawan yang perlu merawat anggota keluarga mereka yang terdampak. 

Selain mematuhi semua peraturan yang berlaku dan menjalankan protokol kesehatan,  Sampoerna juga memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan. 

"Untuk itu, kami melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa, atau dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan Covid-19 yang disarankan oleh European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization (WHO) yang mengatakan bahwa Covid-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: