54 Persen orang RI antusias traveling jika pandemi Covid-19 berakhir

Selasa, 28 April 2020 | 06:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masyarakat dunia termasuk Indonesia sangat berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Mereka pun telah ancang-ancang untuk menyalurkan keinginan yang terpendam selama work from home (WFH), salah satunya travelling.

Hal ini terungkap dalam acara Industry Roundtable online edisi keempat yang kali ini membahas sektor pariwisata yang digelar MarkPlus, Inc. dan Jakarta Chief Marketing Officer (CMO).

Paling tidak 54% masyarakat menyatakan masih antusias berwisata. Namun, di saat yang sama kesadaran mengenai kesehatan dan keselamatan menjadi pertimbangan dominan karena mencapai 73%, sejak adanya pandemi Covid-19.

"Ke depannya, masyarakat masih memilih wisata di dalam negeri dan pilihan wisata kuliner menjadi pilihan utama selain wisata budaya dan alam seperti ke laut atau gunung. Hal ini juga mayoritas diisi oleh milenial, sementara orang yang lebih tua akan mengalami rebound lebih lama," kata Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2020).

Pihaknya juga melihat daerah wisata seperti Bali masih menjadi pilihan utama untuk berwisata dan berlibur.

Menurut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Sukawati, sekitar 60% PDRB Bali berasal dari sektor pariwisata. Tidak hanya pariwisata, sektor lain pun sekarang terdampak efek penurunan drastis wisatawan ke Bali.

"Pertanian contohnya. Biasanya hasil pertanian di Bali terserap hotel-hotel yang jumlahnya mencapai 140 ribu kamar. Sekarang tidak ada lagi dan para petani over supply," ungkap Tjokorda.

Contoh lainnya menurut data dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, dengan adanya Covid-19 ini pertumbuhan kunjungan wisatawan di April tahun ini dibanding tahun lalu menurun 93%.

Lalu subsektor pariwisata seperti leisure bisa merugi sekitar US$ 9 miliar. Subsektor seperti MICE dan lain-lain juga tidak kalah terdampak. kbc10

Bagikan artikel ini: