Integrator siap serap 4 juta ekor ayam peternak mandiri

Jum'at, 24 April 2020 | 17:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah perusahaan besar (integrator) mulai  melakukan pembelian perdana ayam peternak mandiri di pekan terakhir April 2020. Dalam pertemuan sebelumnya sebanyak 23 perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN)  telah melakukan nota kesepahaman (MoU) yang difasilitasi  Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

"Kemarin Rabu (22/4/2020), PT Japfa Comfeed sudah melakukan pembelian livebird di farm broiler peternak mandiri milik Sugeng Wahyudi (anggota GOPAN) di Dramaga Tanjakan Bogor,” ungkap I Ketut Diarmita, Dirjen Petermakan dan Kesehatan Hewan di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Ketut menjelaskan pembelian livebird oleh PT. Japfa Comfeed sebanyak 1.920 ekor, dengan harga Rp 15.000/Kg dan akan didistribusikan ke Rumah Pakan Hewan Unggas (RPH-U) Parung – Ciomas, Bogor. "Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan tersebut untuk membeli livebird sebanyak 700.000 ekor," tambahnya.

Selain itu, berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, salah satu integrator, PT Charoen Pokphand Indonesia juga telah membeli ayam broiler dari kandang Eri, seorang peternak mandiri yang berdomisili di Desa Ngabean Boja, Kendal.

Disebutkan jumlah ayam yang dibeli pada Rabu (22/4/2020) PT CPI itu adalah sebanyak 4.000 ekor dengan harga 15.000/kg berat hidup. Sementara harga kesepakatan PINSAR di pasaran adalah 10.000/kg, jadi masih ada selisih Rp 5.000 yang bisa didapatkan peternak. "Ayam yang dibeli di Kendal ini merupakan bagian dari komitmen 1 juta ekor ayam yang akan dibeli oleh PT. CPI di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur," ujar Ketut

Pembelian oleh PT. CPI ditargetkan sebanyak 20.000 ekor/hari yang selanjutnya akan dipotong di RPH-U yang berada di Salatiga. Karkas yang dihasilkan akan diolah menjadi produk olahan ayam seperti nugget, sosis, dan dan produk olahan lainnya.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Sugiono  menjelaskan tujuan kerja sama untuk menyerap ayam broiler dari peternak mandiri tersebut antara lain adalah untuk membantu mengurangi supply ayam ke pasar sehingga dapat menyeimbangkan supply-demand. "Kita harapkan nantinya harga akan meningkat, dan para peternak bisa menikmati hasil usahanya," tuturnya.

Sugiono meminta agar semua pemangku kepentingan dapat saling membantu dan berbagi dalam situasi sulit saat ini, khususnya membantu peternak mandiri melalui fasilitasi pemasaran. "Saat ini sudah 22 perusahaan besar yang akan membantu penyerapan livebird sebanyak 4.119.000 ekor di Pulau Jawa," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: