Emiten berpotensi tahan laba tahun buku 2019 akibat terdampak Covid-19

Senin, 13 April 2020 | 10:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Beberapa emiten di pasar saham berpotensi untuk menahan laba tahun buku 2019, sebagai imbas pandemi virus corona (Covid-19).

Beberapa emiten anggota indeks IDX High Dividend 20 memang sudah membagaikan dividen atas laba yang dibukukan tahun 2020. Emiten tersebut antara lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengumumkan akan membagikan dividen. 

Yield dividen emiten tahun ini bisa meningkat karena harga saham emiten-emiten penghuni Bursa Efek Indonesia (BEI) turun. Sebagai pembanding, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 28,5% secara tahunan. 

Di antara anggota indeks High Dividend 20, masih banyak emiten yang menunda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) mengingat pandemi Covid-19 yang semakin meluas. Sehingga belum dapat dipastikan berapa besar dividen yang akan dibagikan oleh emiten-emiten itu.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menuturkan, ada potensi emiten-emiten lain justru akan menahan laba tahun buku 2019. "Kalau melihat emiten di Eropa, mereka mengubah strategi pembayaran dividen jadi buyback saham," kata Hans, Minggu (12/4/2020). 

Selain untuk buyback saham, emiten memerlukan cashflow di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Sehingga, ada kemungkinan emiten menurunankan jumlah dividen yang dibagikan atau tidak membagi dividen dan menggunakan laba tahun lalu sebagai laba ditahan. 

Hans Kwee mencontohkan, PT Matahari Department Store Tbk yang memutuskan untuk menahan labanya. Asal tahu saja, sebelumnya emiten dengan kode LPPF itu menyarankan kepada pemegang saham untuk membagikan saham sebesar 30% dari laba bersih yang dikantongi sepanjang tahun 2019. 

Meski berpotensi dividen tidak dibagikan tahun ini, Hans Kwee melihat saham-saham dalam indeks IDXHIDI20 masih menarik. Sebab, jika emiten-emiten itu tidak membagikan dividen dan memilih mengalihkannya untuk buyback, maka harga saham  tetap akan terkerek. 

Adapun sektor-sektor yang akan terbebani dengan pandemi Covid-19 ini adalah sektor perbankan, pariwisata, dan penerbangan. Sementara sektor yang akan lebih cepat membaik adalah sektor barang konsumer dan tambang. kbc10

Bagikan artikel ini: