Beda dengan Kemenkes, Kemenhub bolehkan ojol angkut penumpang saat PSBB

Minggu, 12 April 2020 | 23:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan aturan yang memperbolehkan pengemudi ojek online (Ojol) mengangkut penumpang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kemenhub mengklaim regulasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Padahal, dalam lampiran poin D Permenkes disebutkan bahwa pengemudi ojek online hanya bisa mengangkut barang.

Kemenhub pun memberikan penjelasan terkait perbedaan poin ini dengan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kemenhub Umar Aris menuturkan, pada umumnya Permenhub sejalan dengan upaya pemerintah menekan penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal ini tercermin dari judul Permenhub. "Juga diatur di dalam batang tubuh. Semakin disadari bahwa aturan yang kami buat ini bukan semata-mata rezim transportasi," kata Umar saat video conference, Minggu (12/4/2020).

Selain itu, kementerian mengaku sudah mengkaji detail regulasi terkait PSBB. Di antaranya Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan Kesehatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, dan Permenkes.

"Semua referensi itu sudah kami baca dengan sungguh-sungguh. Tetapi dalam struktur hukum, ada tangung jawab kementerian yang mengatur, mengendalikan dan mengawasi (transportasi)," kata Umar.

Pada pasal 11 ayat 1 butir c Permenhub disebutkan sepeda motor berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Namun, pada butir d, ojek online bisa mengangkut penumpang dalam hal tertentu.

Untuk bisa mengangkut penumpang, pengemudi ojek online bisa mengangkut penumpang sepanjang tidak terkait aktivitas yang dilarang saat PSBB. Melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah mengantar. Menggunakan masker dan sarung tangan.

Selain itu, tidak berkendara jika sedang sakit atau suhu badan di atas normal. "Dalam hal tertentu ini bukan menggantung," katanya.

Dengan demikian, ketika aparat kepolisian mendapat pengemudi ojek online mengangkut penumpang namun tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka bisa ditindaklanjuti. "Ini pengambil keputusan di lapangan," katanya.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, kementerian membuka peluang agar pengemudi ojek online bisa mengangkut penumpang di wilayah yang menerapkan PSBB. Selain itu, juru bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan Permenhub yang diterbitkan pada 9 April ini akan dievaluasi berkala.

"Kalau nanti kondisinya tidak memungkinkan, tentu akan dievaluasi untuk peninjauan kembali," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: