Jika Covid-19 berkepanjangan, nafas pebisnis hanya sampai Juli 2020

Kamis, 9 April 2020 | 12:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak pandemi virus corona (Covid-19) merambah Tanah Air dan pemerintah mengumumkan darurat virus tersebut, keberlangsungan dunia usaha mulai terdampak. Bahkan saat ini sektor yang terdampak kian meluas.

Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono menyatakan, daya tahan pelaku usaha di Indonesia hanya kuat sampai tiga bulan ke depan jika wabah Covid-19 tetap berlanjut.

"Karena, diibaratkan pengusaha hanya sanggup membiayai pengeluaran tanpa pemasukan," kata Iwantono, Rabu (8/4/2020).

Dia menambahkan, tingkat keparahan disertai jangka waktu dari pandemi virus corona merupakan kunci utama. Karena semakin parah wabah ini ditambah periode yang panjang, bisa dipastikan merusak tatanan ekonomi.

Menurutnya, hal tersebut bukan isapan jempol belaka, karena berdasarkan hasil konferensi rapat secara daring antara Apindo beserta anggota di berbagai daerah, banyak terdapat keluhan mengenai kelangsungan bisnis yang terancam gulung tikar akibat wabah corona.

"Sehingga kita tarik simpulan sementara, daya tahan cash flow dunia usaha kita hanya sampai Juni 2020. Setelahnya cash flow perusahaan kering, biaya pengeluaran terhenti, tanpa pemasukan dipastikan usaha terhenti," ujar Iwantono.

Sementara itu untuk menyelamatkan dunia usaha domestik dari kebangkrutan, dia meminta diturunkannya beban biaya usaha, yakni THR, pajak usaha, tarif listrik usaha, pembiayaan cicilan utang, nilai bunga, hingga iuran asuransi BPJS.

Dia pun berharap pemerintah segera menerapkan berbagai paket kebijakan fiskal untuk membebaskan atau menangguhkan berbagai beban biaya yang ditanggung dunia usaha, seperti pajak dengan segala bentuk dan turunannya, beban pegawai, beban overhead seperti listrik dan sejenisnya, pajak air tanah, PBB dan sejenisnya, hingga beban moneter dengan segala jenisnya. kbc10

Bagikan artikel ini: