SiCepat klaim volume pengiriman barang meonjak 20% saat social distancing

Kamis, 9 April 2020 | 09:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak diberlakukannya social distancing dan menjalankan kampanye #Dirumahaja karena pandemi virus corona (Covid-19) menyebabkan volume kiriman barang di perusahaan ekspedisi SiCepat mengalami kenaikan. Hal tersebut didorong oleh tren masyarakat dalam berbelanja melalui belanja online.

"Iya, sejak diberlakukannya social distancing dan menjalankan kampanye #Dirumahaja kami mengalami kenaikan jumlah pengiriman sebesar 20,3%," ujar Wiwin Dewi Herawati, Chief Marketing Officer SiCepat, Rabu (8/4/2020).

Wiwin memaparkan, sampai saat ini per harinya SiCepat mengirimkan sebanyak lebih dari 550.000 se Indonesia. Selain itu, jumlah pendapatan sampai saat ini sekitar Rp. 604 miliar. "SiCepat juga targetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini Rp 3,4 triliun, naik 3x lipat dibandingkan dengan tahun lalu," kata Wiwin.

Di sisi lain, dalam meminimalkan kerugian di tengah pandemi corona, pihaknya juga meluncurkan produk -produk yang inovatif, menambah channel distribusi dengan menggandeng beberapa partner.

"Ada beberapa strategi yang sudah kita lakukan yaitu memberikan Gratis ongkir untuk pengiriman Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa rumah sakit untuk membantu tenaga medis, sehingga secara tidak langsung memberi peluang bagi masyarakat yang ingin berdonasi APD agar tidak mengalami hambatan," jelasnya.

SiCepat juga berinovasi dengan meluncurkan tarif Harga Mulai Lima Ribu (HALU) adalah tarif ekonomi yang membantu buyer maupun seller dimana saat ini semua orang membutuhkan belanja online, sehingga HALU juga menjadi solusi.

Selain itu, bekerjasama dengan Yayasan Tangan Manusia dengan menggagas kampanye Gerakan Memakai Masker Gratis (Gemas) dengan cara membantu mendistribusikan jutaan masker kain gratis kepada masyarakat kurang mampu agar terbiasa mengenakan masker saat keluar rumah untuk menghindari penularan virus Covid-19 ini.

Wiwin mengungkapkan, dengan diberlakukannya karantina wilayah di beberapa daerah membuat pengiriman barang SiCepat menjadi terkendala. "Saat ini hanya pengiriman ke Papua saja yang mengalami kendala, karena memang ada larangan bagi seluruh ekspedisi, lainnya tidak ada," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: