Terimbas penerapan WFH, pemerintah kaji beri insentif ke pengelola jalan tol

Rabu, 8 April 2020 | 10:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengkaji pemberian insentif bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Hal ini menyusul menurunnya jumlah pengguna jalan sebagai imbas dari penerapan work from home (WFH) akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hal ini merupakan usulan dari para pengelola tol mengingat bisnis mereka mulai terpengaruh akibat penyebaran virus corona.

"Kalau insentif untuk jalan tol belum kami usulkan karena kami masih mempelajari ini dari asosiasi tol, BPJT, dari Bina Marga, sedang mengkaji semua. Nanti baru kami akan rapatkan dan difokuskan mau kayak apa ini insentifnya," ujar Basuki di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Basuki menceritakan banyak usulan yang diterima mengenai skema insentif tersebut, mulai dari penambahan konsesi, penyesuaian tarif jalan tol hingga pembebasan pajak-pajak.

"Ini kami akan coba fokuskan, matangkan, baru saya usulkan kepada Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian," ujarnya.

Sekadar diketahui, imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah membuat volume kendaraan di jalan tol menurun.

Menurut AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso, telah terjadi penurunan lalu lintas yang cukup signifikan. Salah satunya di Jalan Tol Sedyatmo (Bandara) dan Jalan Tol Bali-Mandara.

"Berdasarkan catatan kami pada periode 16-18 Maret 2020, secara umum memang terjadi penurunan lalu lintas di jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group di Indonesia. Terdapat beberapa ruas Jalan Tol Jasa Marga Group yang lalu lintasnya turun signifikan. Contohnya Jalan Tol Sedyatmo (Bandara) dan Jalan Tol Bali-Mandara," kata Heru. kbc10

Bagikan artikel ini: