Imbauan #DiRumahSaja bikin konsumsi gasoline di Jatim turun 28 persen

Sabtu, 4 April 2020 | 21:12 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Penetapan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang berujung pada imbauan untuk melakukan Social Distancing atau Physical Distancing dengan tagline "DiRumahSaja telah berdampak pada penurunan konsumsi Gasoline masyarakat Jawa Timur.

Data PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali dan Nusatenggara menunjukkan, konsumsi Gasoline (Premium, Perta-Series) di Jawa Timur turun 28 persen menjadi rata-rata 9.300 kilo liter per hari, dari kondisi normal yang mencapai 12.900 kilo liter per hari.

“Walaupun konsumsi BBM terus turun, kami tetap memonitor pasokan dan penyaluran ke masyarakat,” jelas ujar Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V, Rustam Aji di Surabaya, Sabtu (4/4/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ditengah pandemi Covid-19, Pertamina tetap siaga dengan menjamin pasokan energi nasional aman dan mencukupi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur. 

Rustam menegaskan bahwa  Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) V menjamin ketersediaan pasokan serta memastikan kegiatan operasional penyaluran BBM dan LPG berjalan baik dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.

"Saat ini, pasokan BBM untuk Jawa Timur yang ada di Fuel Terminal di wilayah Jawa Timur dalam jumlah yang aman," katanya.

Seperti diketahui, di Jawa Timur terdapat 6 (enam) Fuel Terminal, yaitu di Surabaya, Tuban, Malang, Madiun, Banyuwangi, dan Sampang. Berdasarkan data penyaluran 27 Maret hingga 3 April kemarin, konsumsi Gasoline (Premium, Perta-Series) di Jawa Timur turun 28 persen menjadi rata-rata 9.300 kilo liter per hari, dari kondisi normal yang mencapai 12.900 kilo liter per hari. Sedangkan konsumsi Gasoil (BioSolar, Dex-Series) pada periode yang sama, turun 15 persen dari kondisi normal 6.000 kilo liter per hari menjadi 5.100 kilo liter per hari.

“Di sisi lain, terjadi peningkatan konsumsi LPG Sektor Rumah Tangga, baik LPG Subsidi kemasan 3 kg, maupun LPG Non-Subsidi seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg,” tambah Rustam. 

Pada periode 27 Maret hingga 3 April, tercatat ada kenaikan tipis LPG sektor rumah tangga, dari rata-rata 4.050 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal, menjadi 4.200 MT per hari.

Pertamina terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG khususnya LPG Subsidi 3 kg, termasuk apabila ada permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 

“Pantauan kami, penurunan konsumsi BBM dan kenaikan konsumsi LPG sektor rumah tangga ini sejalan dengan anjuran yang disampaikan Pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19,” jelas Rustam. 

Rustam memastikan operasional distribusi BBM dan LPG tetap berjalan normal, dengan "pengaturan personil dan tempat kerja yang ketat sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19". “Dalam situasi darurat ini, kami akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk#DiRumahSaja,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: