Pemprov Jawa Timur belum ajukan pembatasan sosial skala besar

Rabu, 1 April 2020 | 09:35 WIB ET
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyatakan masih menunggu aturan final dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Skala Besar yang sudah diteken Presiden Joko Widodo.

Pemprov Jawa Timur pun belum mengajukan sebagai wilayah pembatasan ke pemerintah pusat. "Kami menunggu sampai menerima naskah resminya," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (31/3/2020).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi baru saja meneken PP tentang pembatasan sosial skala besar untuk mempercepat penanganan penyakit Covid-19. Berdasarkan salinan Rancangan PP tentang pembatasan sosial skala besar yang beredar di kalangan awak media ada sebanyak 7 pasal.

Pasal 2, misalnya, disebutkan dengan persetujuan pemerintah pusat, pemerintah daerah dapat melakukan pembatasan sosial skala besar atau pembatasan pergerakan orang dan barang untuk satu provinsi atau kabupaten/kota tertentu. Sementara Pasal 5 menyatakan pemberlakukan pembatasan sosial skala besar diusulkan oleh gubernur, bupati, dan wali kota kepada pemerintah pusat melalui Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Selanjutnya Kepala Gugus Tugas menyampaikan usul tersebut kepada Presiden RI untuk mendapat persetujuan. Setelah mendapat persetujuan Presiden, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan menyampaikan kepada kepala daerah yang bersangkutan untuk diumumkan secara resmi.

Menurut pasal 6 PP yang baru diterbitkan Jokowi itu, Presiden dapat menetapkan status dan tingkatan bencana non-alam nasional dan daerah, status kedaruratan kesehatan masyarakat, dan pembatasan sosial skala besar.

Sampai saat ini, di Jawa Timur terkorfirmasi ada 93 pasien positif Covid-19, 420 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 6565 orang dalam pemantauan (ODP). Dari jumlah pasien positif Covid-19 itu, 8 di antaranya meninggal dan 17 orang dinyatakan sembuh. kbc10

Bagikan artikel ini: