UMKM bakal diguyur Bantuan Tunai Langsung mulai Rp2 juta

Kamis, 26 Maret 2020 | 20:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah akan menerbitkan stimulus tambahan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna menangkal dampak negative wabah corona (Covid-19). Stimulus itu diantaranya bantuan tunai sebesar Rp 3 juta untuk usaha UMKM yang sudah terdampak Covid -19 .

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan dia telah menyiapkan dua stimulus khusus untuk menjaga daya beli produk UMKM. Dia mengklaim usulan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo. Stimulus tambahan ini akan memperkuat kebijakan relaksasi kredit bagi UMKM yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada Selasa (24/2/2020).

"Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya adalah, memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp2 triliun," ujar Teten di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Stimulus bantuan tunai dicontohkannya berupa dana Rp 3 juta untuk usaha mikro atau ultra mikro yang sudah terdampak Covid-19 dari data yang diusulkan dinas di daerah. Selain itu ada pula bantuan sebesar Rp 2 juta kepada individu yang memiliki usaha mikro, skema bantuan Rp 4 juta bekerja sama dengan BUMN pangan seperti BULOG.

Pemerintah juga menyiapkan bentuk subsidi biaya pengantaran usaha mikro yang belum masuk ke platform digital dan koperasi di daerah yang terdampak. "Kami sudah berkoordinasi dengan BUMN pangan yang siap menjadi off taker untuk mendistribusikan produk pangan ke warung-warung tradisional," katanya.

Dikatakan UMKM perlu mendapatkan perhatian lantaran terdapat setidaknya 64 juta unit usaha di sektor mikro. Untuk itu perlu ada penanganan khusus yang melibatkan seluruh pemangku kebijakan, tidak hanya pemerintah namun juga swasta.

Adapun, dia menambahkan, anggaran tersebut akan dituangkan dalam bentuk diskon produk UMKM sebesar 25 %. Sebanyak dua juta orang target konsumen diharapkan bakal memberikan stimulus terhadap daya beli UMKM sebesar Rp 10 triliun.

"Teknisnya ada beberapa model yang sedang kami persiapkan. Kami sedang memberikan stimulus bagi jasa antar termasuk tukang ojek online," kata Teten.kbc11

Bagikan artikel ini: