BI minta perbankan segera pangkas bunga kredit

Rabu, 25 Maret 2020 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meluasnya wabah corona (Covid-19) menjadi perhatian tersendiri Bank Indonesia (BI). Bank sentral pun terus berupaya untuk melakukan stabilisasi di pasar valuta asing (valas) khususnya stabilitas nilai tukar rupiah. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah, BI menyediakan aspek yang berkaitan mulai dari penyediaan pembiayaan perbankan. Perry menyebut BI telah memangkas suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate menjadi 4,5%.

"Oleh karena itu, kami juga meminta kepada perbankan untuk segera menurunkan bunga kredit," kata Perry dalam video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah menginstruksikan bank BUMN untuk menurunkan suku bunga dasar kredit dan menyalurkan kredit.

Perry menyebutkan BI saat ini juga melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi baik di pasar spot, domestic non deliverable forward (DNDF), maulun pembelian dari pasar sekunder.

"Nanti kami akan update sejumlah angka indikator yang ingin kami lakukan," kata dia.

Berdasarkan data analisis uang beredar BI per Januari 2020 suku bunga kredit secara rata-rata tertimbang tercatat 10,47% turun 3 basis poin dibandingkan periode bulan sebelumnya 10,5%. kbc10

Bagikan artikel ini: