Wabah corona susutkan jumlah penumpang transportasi publik hingga 70 persen

Senin, 23 Maret 2020 | 09:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah penumpang transportasi umum mengalami penurunan hingga 70 persen. Ini terjadi akibat penerapan imbauan menjaga jarak (social distancing) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Dalam upaya mencegah penyebaran virus corona, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan di daerah-daerah. Langkah Kemenhub ini ditindaklanjuti di daerah dengan menerbitkan surat edaran terkait dengan protokol social distancing.

Salah satunya di DKI Jakarta, Dinas Perhubungan setempat telah menerbitkan Surat Edaran tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) Pada Angkutan Umum di DKI Jakarta dengan Social Distancing. Surat edaran itu ditujukan agar seluruh operator angkutan umum yang memiliki wilayah operasi di ibu kota menerapkan social distancing, tanpa terkecuali untuk mencegah penularan virus corona.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, pengguna jasa transportasi publik menjadi berkurang akibat adanya imbauan pemerintah untuk melakukan WFH. Penurunannya mencapai 40%-70%.

Pihaknya juga telah menerapkan kebijakan social distancing di berbagai area publik yakni di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, dan terminal bus, untuk mencegah penularan virus corona.

"Kemenhub meminta seluruh operator transportasi umum untuk menjalankan semaksimal mungkin upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona," ujar Adita melalui video conference, akhir pekan lalu.

Langkah-langkah yang telah dilakukan contohnya adalah penyemprotan sarana dan prasarana angkutan publik, menyediakan hand sanitizer, mengukur suhu petugas maupun penumpang, seating arrangement, serta menyediakan masker bagi penumpang yang sedang batuk atau flu.

Langkah lainnya adalah mengatur antrian penumpang agar terjaga jaraknya di area pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal bus. Langkah berupa pengurangan jumlah penumpang dalam satu gerbong kereta api misalnya hingga minimal 50% pun telah dijalankan.

“Penurunan jumlah penumpang ini juga mengurangi orang yang berkerumun di area publik. Segala upaya ini diharapkan dapat membantu secara signifikan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19,” pungkas Adita. kbc10

Bagikan artikel ini: