Pebisnis toko di mal minta pemerintah beri stimulus gaji karyawan

Senin, 23 Maret 2020 | 09:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha di pusat perbalanjaan alias mal merupakan salah satu yang paling terdampak penyebaran virus corona, dengan sepinya jumlah pengunjung atau pembeli. Mereka pun berharap ada bantuan dari pemerintah agar usaha mereka bisa tetap jalan.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah berharap pemerintah membantu pengusaha di sektor ritel untuk menggaji karyawan. Pasalnya, pengusaha sudah tidak punya pendapatan untuk memberi gaji.

"Sekarang kami hanya bisa minta bantuan ke pemerintah. Kami tidak akan mampu bertahan kalau pemerintah tidak membantu kami segera. Harus ada bantuan pemerintah pusat untuk kami membayar karyawannya saja. Pengusahanya sih nggak papa, karyawannya ini bagaimana," kata Budi, Minggu (22/3/2020).

Budi cerita, saat ini pendapatan mal terlebih di Jakarta benar-benar mengalami penurunan yang sangat besar. Bahkan toko seperti salon hingga pakaian sudah tidak ada omzet sama sekali per harinya.

Baca juga: Potret Mal di Tengah Wabah Corona

"Salon rambut tidak ada yang motong tapi tetap buka. Toko baju ada juga yang Rp 80.000 (pendapatan per hari) itu bisa dibilang sudah nggak ada omzet deh. Salon tuh yang paling kasihan," sebutnya.

Pengusaha semakin tertekan dengan kondisi ini mengingat tidak lama lagi akan ada Lebaran di mana pihaknya harus memberikan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Kami mengerti kondisinya (virus corona), tapi kami sedang mengalami tekanan berat bagaimana THR? sebentar lagi Lebaran kami sudah bingung. Sedangkan unit di luar kota juga sudah mulai sepi. Kalau kemarin-kemarin masih stabil, sekarang di luar kota juga Jawa Barat, Tangerang sudah mulai berasa. Nah kalau sudah mulai sepi semua peritel nggak ada dana untuk membayar karyawan dan THR," ucapnya.

Meskipun saat ini para peritel sedang mendorong penjualan online, Budi mengatakan pendapatannya tidak sebanyak seperti orang datang ke mal.

"Memang penjualan online sudah kami usahakan, hanya belum bisa mencapai sebanyak yang seperti orang datang ke mal. Orang mau nyalon kan nggak mungkin online," sebutnya. kbc10

Bagikan artikel ini: