Pemerintah pastikan tak akan tutup bursa saham

Kamis, 19 Maret 2020 | 11:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah tidak akan melakukan penutupan bursa saham.

Hal itu disampaikan menyusul langkah yang dilakukan otoritas bursa saham Filipina yang menutup perdagangan sejak Selasa (17/3/2020). Ini terjadi setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan untuk melakukan isolasi penuh (lockdown) di Manila selama sebulan.

Selain itu pemerintah setempat juga menutup pasar obligasi dan juga mata uang. Langkah ini diambil akibat dari dampak penyebaran virus Corona yang membuat perekonomian di Filipina mengalami perburukan.

"Kalau itu kita belum terpikir mau melakukan lockdown untuk capital market," ungkap Luhut dalam siaran persnya lewat akun Instagram@kemenkomarvet , Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Luhut mengatakan, sudah ada regulasi yang mengatur sebelum menutup pasar keuangan. Bila terjadi penurunan harga saham hingga 5 persen, sudah pasti Filipina akan melakukan penangguhan.

"Biarin saja mekanismenya seperti itu. Eggak perlu kita belum terlalu heboh masalah itu," ujar Luhut.

Luhut melanjutkan, pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan dalam menghadapi dampak Covid-19. Dia mengklaim, banyak anak muda di sekelilingnya yang bertugas mengamati perkembangan pasar saham.

Hasil pengamatan itu dia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo melakui rapat kabinet yang dilakukan secara teleconference. Sehingga presiden terdapat informasi yang akurat sebelum beliau membuat keputusan.

Untuk itu dia menegaskan saat ini Indonesia dalam posisi yang tidak akan melakukan lockdown. "Kita belum sampai dalam kondisi itu," pungkas Luhut. kbc10

Bagikan artikel ini: