Usai merugi, Saratoga Investama catat laba bersih Rp7,3 triliun di 2019

Rabu, 18 Maret 2020 | 21:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Saratoga Investama Sedaya Tbk berhasil membukukan laba bersih Rp7,3 triliun sepanjang 2019. Padahal pada tahun sebelumnya perseroan membukukan rugi hingga Rp 6,19 triliun. 

Kenaikan laba bersih yang signifikan tersebut didorong oleh peningkatan nilai investasi dan pendapatan dividen perusahaan investasi Saratoga. 

Pada periode ini Net Asset Value Saratoga tercatat mencapai Rp22,85 triliun, meningkat 44,9% dari Rp15,77 triliun pada 2018. Pada tahun 2019, investasi dalam saham dan efek ekuitas mencatat keuntungan bersih sebesar Rp6,2 triliun. Hal ini terutama didorong oleh kenaikan harga saham mark to market dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya menjelaskan bahwa pihaknya bersyukur atas pencapaian di tahun 2019. Kinerja yang kuat dari perusahaan investasi didukung oleh fundamental bisnis yang solid. 

"Sebagai pemegang saham berbagai perusahaan investasi, tugas kami untuk terus terlibat dan mendukung perusahaan mencapai potensi yang maksimal," ujar Michael di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Sebagai perusahaan investasi aktif, Saratoga yakin terhadap potensi jangka panjang dari tiga sektor utama yakni sumber daya alam, infrastruktur, dan konsumen. "Perusahaan akan terus berinvestasi secara aktif di tiga pilar tersebut seperti yang sudah dilakukan selama ini," ucapnya.

Saratoga juga berhasil membukukan pendapatan dividen sebesar Rp1,99 triliun, meningkat 121,5% dari perolehan 2018 yakni Rp900 miliar. Pendapatan dividen tersebut merupakan yang tertinggi sejak Saratoga menjadi perusahaan publik. Pendapatan dividen berasal dari kontribusi PT Tower Bersama Infrastructure, PT Adaro Energy dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Terkait prospek bisnis 2020, Michael mengatakan bahwa di tengah berbagai tantangan global dan domestik, Saratoga akan tetap menjalankan strategi investasi aktif secara disiplin, terukur, dan prudent. 

"Kami percaya dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki Saratoga, nilai investasi perusahaan akan terus berkembang secara optimal," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: