Via platform digital Ritsea, Ritase ekspansi ke moda transportasi laut

Jum'at, 13 Maret 2020 | 15:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejak lama bangsa Indonesia melihat laut bukanlah pemisah, namun penghubung interaksi antar-warganya yang tersebar di ribuan pulau. Telah lama pula, transportasi laut berperan penting dalam pengangkutan orang maupun barang.

Salah satu upaya untuk menghubungkan pengangkutan barang tersebut, Ritase sebagai usaha rintisan (startup) platform layanan logistik berbasis aplikasi yang telah sukses dengan platform marketplace trucking pertama di Indonesia, kini melebarkan sayap ke sektor transportasi laut melalui RitSea.

RitSea adalah platform logistik berbasis digital yang bergerak di bidang pengiriman barang melalui moda transportasi laut. Ritase menilai pasar dan permintaan moda transportasi laut sudah cukup matang dan siap ditransformasi dengan sentuhan teknologi digital.

Selama ini kedua stakeholder di dalam bisnis transportasi laut menghadapi sejumlah masalah. Bagi para pengirim (shipper) direpotkan dengan keharusan menyelesaikan berbagai tahapan secara manual, mulai dari penyortiran, menghubungi pengangkut dan memantau pengiriman via telepon.Bahkan, tidak adanya kejelasan titik berangkat (port of loading) dan juga jadwal shipment. Mereka juga masih harus menyusun laporan secara manual.

Sementara, di sisi pengangkut (transporter), mereka berkutat dengan rute yang tidak efisien, pencatatan order booking yang rumit, serta banyaknya broker yang membuat harga menjadi tidak kompetitif. RitSea sebagai solusi mempertemukan kebutuhan dan memecahkan masalah dari kedua stakeholder tersebut. 

“Konsumen mendapatkan harga yang transparan dan bisa booking sesuai schedule kapal secara online. Kami juga mengembangkan solusi sehingga konsumen mendapatkan jadwal shipping secara realtime. Ini sangat memudahkan konsumen,” ujar Iman Kusnadi, CEO/Founder, Ritase dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Iman lebih lanjut menjelaskan pengirim (shipper) akan memiliki akses dashboard sehingga dapat memantau pengemudi dan muatan.Serta memonitor booking dan shipment dalam satu layar yang mudah dan praktis. 

Sementara, bagi para transporter, mereka akan mudah menerima order melalui sistem, dapat memantau pengemudi dan muatan secara online selama 24 jam, serta pembayaran yang mudah dan cepat melalui e-wallet. "Konsumen cukup masuk ke situs ritase.com untuk booking,"terangnya.

Dengan Ritase sebagai platform teknologi sebagai solusi yang mempertemukan stakeholder yang membutuhkan pengiriman (shipper) dan para vendor (transporter). Di dalam platform tersebut terdiri dari layanan perangkat lunak (Software as a Service/SaaS), marketplace yang meningkatkan utilisasi truk terutama dengan fitur multipickup-multidropoff, supply chain financing yang membantu cashflow para transporter, serta e-commerce untuk pembelian seperti: ban, oli, spare part, dan lainnya.

"Saat ini, RitSea telah terkoneksi dengan pelayaran besar nasional untuk memastikan pelayanan yang prima," teranganya.

Menurut Iman RitSea menjadi bagian dari solusi transportasi multimoda Ritase yang memadukan angkutan kereta untuk jalur darat, pesawat untuk jalur udara, dan pelayaran untuk jalur air. Melalui solusi multimoda, aplikasi akan mencari kombinasi angkutan yang tercepat dan termurah melalui sistem sehingga konsumen punya pilihan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dia menambahkan RitSea merupakan platform ketujuh dari solusi logistik yang dibangun oleh Ritase.Sebelumnya, perusahaan rintisan ini telah menyediakan Ritase TMS (Transport Management System), Ritase Enterprise, Ritase Supply Chain Financing (SCF), Ritshop untuk pembelian bersama spare part dan kebutuhan pendukung, Rit2Go yang mendukung pengiriman untuk UKM, dan Ritase Pay. Dengan diluncurkannya RitSea, menurut Iman, Ritase telah mencakup semua aspek first mile dalam logistik.

“Sebentar lagi kami akan menjadi super-app di bidang logistik. Saya bangga dan berterima kasih atas kerja keras teman-teman semua,” tutup Iman.kbc11

Bagikan artikel ini: