Indonesia jadi kandidat pabrik perakitan Suzuki Jimny

Rabu, 11 Maret 2020 | 10:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim jika Indonesia menjadi salah satu kandidat terkuat untuk bisa merakit Suzuki Jimny secara lokal. Indonesia harus berebut dengan India untuk merebut simpati pabrikan di Jepang.

Direktur Pemasaran 4W PT SIS, Donny Saputra mengatakan, pilar Suzuki di dunia ada tiga yakni Jepang, India dan Indonesia. Jepang, lanjut Donny sudah memproduksi Jimny teranyar. Saat ini tinggal Indonesia dan India yang tengah bertarung untuk memperebutkan izin produksi Jimny di Indonesia.

“Tiga pilarnya Suzuki itu Jepang, India, sama Indonesia. Tiga kandidiat terkuat, Jepang, India, dan Indonesia. Jepang sudah produksi tinggal India sama Indonesia saja,” kata Donny, Selasa (10/3/2020).

Dia juga menyatakan bahwa pihaknya masih tetap berjuang agar Suzuki Jimny dapat diproduksi di Indonesia. Diketahui sejak beberapa bulan terakhir, Maruti Suzuki India kerap mengklaim bakal memproduksi lini Jimny di sana.

Apalagi varian Jimny teranyar kini sudah kebanjiran peminat. Saat ini lini produk itu hanya diproduksi di negara asalnya yakni Jepang.

Dari Jepang sendiri Suzuki Indonesia hanya kebagian 50 unit Jimny per bulan. Pihak SIS pun harus menghentikan sementara pemesanan Jimny sebab  inden atau waktu tunggu untuk memiliki Jimny bisa mencapai 4 hingga 10 tahun.

Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir, Maruti Suzuki India kerap kali diisukan bakal memproduksi produk ikonis tersebut.

“Dari kemarin kami fight (agar Jimny bisa diproduksi di Indonesia) sekarang kita tunggu keputusannya saja (dari prinsipal),” kata Donny.

Secara kapasitas produksi keseluruhan, Suzuki Indonesia memang kalah jauh dibandingkan India. Namun, lanjut Donny hal tersebut lantaran Suzuki India memiliki pangsa pasar yang sangat besar di negaranya.

Kapasitas produksi itu juga erat kaitannya dengan demografis dari suatu negara. Secara penduduk India memiliki populasi sekitar 1,5 miliar jiwa, sementara Indonesia hanya 250 juta. Hal itu erat kaitannya dengan besaran pasar otomotif secara total.

“Kalau bicara jumlah penduduk hampir 5 kali lipat lebih. Market size berbeda, kemudian tipikal negara beda mereka daratan kita kepulauan, mobilitas dengan mobil di sana besar,” pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: