Indonesia jadi negara tujuan investasi startup di Asia Tenggara

Selasa, 10 Maret 2020 | 08:46 WIB ET

MAKASSAR, kabarbisnis.com: Indonesia masuk dalam dua besar negara target investasi startup di Asia Tenggara (ASEAN)  Demikian menurut data perusahaan modal ventura, East Ventures. Saat ini Indonesia berada di urutan kedua setelah Singapura dengan jumlah 9,8 persen.

Partner East Ventures, Melissa Irene mengatakan, Singapura yang menjadi negara utama memiliki poin 23,2 persen. Sementara beberapa negara lain seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand, masing-masing berada dibawah satu persen.

"Hal tersebut didukung oleh infrastruktur yang cukup memadai. Selain itu juga dibuktikan dengan beberapa perusahaan startup yang yang lahir dari karya anak bangsa," ungkap Irene di Makassar akhir pekan lalu.

Daya saing Indonesia di bidang digital secara umum hanya berada di kisaran 27,9%. Jumlah tersebut dinilai masih cukup minim. Namun, posisi Indonesia di ASEAN cukup diperhitungkan. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengguna internet dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Salah satu tolak ukur pertumbuhan tersebut juga dilihat dari ramainya perusahaan digital atau startup yang tumbuh di Indonesia. East Ventures sendiri telah mendanai 130 startup yang lahir dan beroperasi di Indonesia dari total 170 startup yang dibiayai di seluruh Asia Tenggara

"Kami East Ventures telah bekerja bersama dengan para pendiri startup untuk membangun ekosistem digital Indonesia dari nol sejak hari-hari pertama," jelas Irene.

Sejak hadir pada 2009 silam East Ventures mampu berakselerasi menjadi salah satu modal ventura berkinerja terbaik di dunia dan konsisten memberikan IRR (Internal Rate of Return) yang tinggi.

Melihat peluang sejak awal, East Ventures merupakan pemodal ventura pertama yang berinvestasi di dua startup Indonesia yang kini telah berstatus unicorn yaitu Tokopedia dan Traveloka.

"Dana kelolaan East Ventures, yang terdiri dari early stage fund dan growth fund, kini telah tumbuh menjadi aset senilai US$1,2 miliar. Perusahaan turut berpartisipasi dalam 20 exit, termasuk diantaranya, akuisisi Kudo oleh Grab, akuisisi Loket oleh Gojek, akuisisi Bridestory oleh Tokopedia," jelasnya.

Selain itu lanjut Irene, East Ventures juga terlibat dalam proses akuisisi-akuisisi lain yang melibatkan kelompok bisnis lokal dan regional. Secara total, portofolio East Ventures telah berhasil menarik investasi bernilai US$4 miliar dalam bentuk pendanaan lanjutan yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Ia menjelaskan, dari catatan East Ventures - Indonesia Digital Competitive Index (EV-IDCI) atau Indeks Daya Saing Digital, DKI Jakarta memimpin dengan skor 79,7 atau memiliki daya saing digital terbaik. Jawa Barat di urutan kedua dengan skor 55,0, dan seterusnya belum cukup kompetitif.

"Semua provinsi di Jawa menempati posisi 10 besar. Sementara, provinsi dengan peringkat rendah tersebar merata di luar Jawa. Sulawesi Selatan misalnya, indeks daya saing digital Sulsel berdasarkan data East Ventures berada di peringkat ke-9 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan skor 36,2, berada di bawah Kalimantan Timur dengan skor 37,9," papar Irene. kbc10

Bagikan artikel ini: