Diterjang virus corona, pebisnis diminta genjot pasar domestik

Sabtu, 7 Maret 2020 | 10:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mewabahnya virus corona (COVID - 19) cukup mengganggu sektor perekonomian global maupun nasional. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahkan memprediksi ada potensi kehilangan devisa dari sektor pariwisata senilai US$530 juta.

Menghadapi hal ini, kalangan pelaku usaha diminta untuk menggenjot pasar domestik.

Wakil Ketua Apindo Shinta Kamdani mengatakan dalam kondisi ini hanya sedikit yang bisa dilakukan oleh pengusaha karena sektor pariwisata adalah sektor ekonomi yang kinerjanya sangat tergantung pada stabilitas politik, sosial dan ekonomi.

Menurutnya, bila salah satu faktor stabilitas tersebut terganggu, maka kinerja pariwisata akan mudah anjlok. Dalam kondisi force majeur seperti ini, lanjutnya,  memang sulit untuk menggenjot pariwisata. Namun, harus tetap distimulasi, setidaknya dari pasar dalam negeri agar kegiatan ekonominya tidak sepenuhnya mati.

Dalam hal ini, dia mengimbau agar baik pelaku usaha maupun masyarakat beraktivitas normal, termasuk para wisatawan dalam negeri dan luar negari yang ada di Indonesia.

“Pelaku usaha juga kami dorong untuk melakukan kegiatan ekonomi senormal mungkin. Beberapa sektor usaha memang mengalami kesulitan beroperasi normal karena kendala dari sisi sales maupun dari sisi supply & produksi,” kata Shinta, Jumat (6/3/2020).

Namun, lanjutnya, sebisa mungkin pelaku usaha mencari alternatif penjualan dan alternatif pasokan atau subtitusinya dari sumber-sumber lain yang risiko wabahnya lebih rendah.

“Selama masih bisa dicari alternatif, sebaiknya tetap beroperasi dengan memperhitungkan peningkatan efisiensi biaya tanpa perlu merumahkan karyawan. Apabila memerlukan bantuan finansial, pelaku usaha diharapkan dapat mempergunakan stimulus dan insentif yang sudah disediakan pemerintah.”

Terkait hal itu, Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan para pengusaha bekerjasama dengan pemerintah untuk mengamankan pasar domestik.

“Banyakin doa, mau habis gimana lagi. Ya, paling tidak yang bisa dilakukan adalah mengamankan pasar domestik, pasar domestik kan juga besar,”kata Hariyadi.

Selain itu, dia berharap Otoritas Jasa Keuangan memberikan relaksasi bagi pengusaha. Pasalnya, imbas virus corona tidak hanya menyerang destinasi pariwisata saja, melainkan hampir semua daerah. kbc10

Bagikan artikel ini: