Jadi percontohan, Camat dan Lurah Kota Bengkulu tiru Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo

Kamis, 5 Maret 2020 | 21:32 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Puluhan Camat dan Lurah dari Kota Bengkulu melakukan studi tiru pengelolaan sampah dan lingkungan di Kampung Edukasi Sampah, Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo. Langkah ini guna meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berkaitan dengan pelayanan publik.

Kunjungan diterima langsung oleh Camat Sidoarjo, Agustin Iriani dan Lurah Sekardangan, Santoso di Kantor Kelurahan Sekarlapangandangan, dilanjutkan dengan kunjungan  di kawasan Kampung Edukasi Sampah.

Studi tiru yang dilakukan mulai dari kegiatan pemilahan sampah dari masing-masing rumah tangga, selanjutnya pada  proses pengolahan terhadap sampah organik dengan menggunakan komposter dan juga dikenalkan metode pengomposan dengan menggunakan sumur resapan.

Pemanfaatan sumur resapan sempat menjadi perhatian untuk didiskusikan, karena tak hanya mampu mempercepat resapan air kedalam tanah ketika hujan turun, namun juga menjadi sarana proses pengomposan sampah organik dengan durasi waktu lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan metode komposter. 

Salah satu camat yang ikut datang adalah Camat Kampung Melayu, Rosminiarty, mengatakan bahwa pihaknya akan meniru praktik-praktik baik pengelolaan sampah yang telah dijalankan di Kampung Edukasi Sampah.

“Nanti akan kami aplikasikan di kota kami baik itu pembuatan toga, kompos, sumur resapan hingga hidroponik,” ujarnya.

Rosminiarty beserta rombongan juga belajar membuat minuman tradisional dari toga.

“Minuman hasil rebusan tujuh jenis toga ini dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” tegasnya.

Sementara itu Camat Sidoarjo, Agustin Iriani mengatakan bahwa Kampung Edukasi Sampah ini merupakan kampung yang inovatif di Kota Delta dan seringkali mendapat prestasi kunjungan tak hanya dari Kabupaten Sidoarjo namun banyak yang berasal dari luar Sidoarjo.

Terkait pengelolaan toga yang dipelajari rombongan dari Bengkulu, Agustin menyebutkan bahwa minuman yang diolah dari toga bisa membuat tubuh semakin sehat. “Penyakit corona bisa kita antisipasi dengan meminum jamu temulawak dan jamu sehat lainnya yang terbuat dari toga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Edi Priyanto mengaku gembira, kedatangan para Camat dan Lurah Kota Bengkulu ke Kampungnya menunjukan bahwa para ASN ternyata juga mulai ikut peduli dalam hal pengelolaan sampah dan lingkungan untuk Kotanya.

“Mereka belajar di sini dan tempat kami dijadikan role model, selanjutnya mereka akan mencoba menerapkannya program yang paling mudah untuk ditiru dan diterapkan di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Kata Edi, di Kampung Edukasi Sampah tidak hanya melulu tentang pengolahan sampah dan penataan lingkungan namun juga terdapat Asuhan Mandiri yang tugas anggotanya adalah menanam dan merawat tanaman toga dan membuat olahan.

Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo selama ini telah berhasil dalam berbagai program  seperti manajemen pengelolaan sampah, pilot project kawasan bersih dari narkoba, program berseri (bersih dan lestari) hingga program peduli budaya Keselamatan dan Kesehatan. Disamping itu juga telah berhasil mengikuti program gapura cinta negeri, manajemen bank sampah, budidaya tanaman hidroponik, asuhan mandiri tanaman obat keluarga, dan digitalisasi keamanan lingkungan.kbc6

Bagikan artikel ini: