Bantu modal UMKM, fintech gencar gandeng bank

Rabu, 4 Maret 2020 | 08:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Modal usaha hingga kini menjadi salah satu kendala utama pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tanah Air. Perusahaan financial technology (fintech) yang notabene lembaga keuangan nonbank menjadi 'penyelamat' dengan gencar membidik sektor ini.

Sejumlah fintech pun gencar melakukan kerja sama dengan perbankan guna menjaga likuiditas mereka.

Co-Founder & CEO PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) Reynold Wijaya mengakui, kerja sama yang sudah dijalankan dengan Bank Sinarmas, yang menjadi pengelola rekening penampungan salama proses pemberian pinjaman berlangsung. Adapun, kerja sama juga dilakukan dengan beberapa BPR, seperti BPR Varia, BPR BBTM, dan BPR Kanti.

"Bentuk kerja sama yang dijalankan adalah pendanaan bersama dengan beberapa institusi keuangan secara kolektif mendanai pinjaman UMKM,” katanya, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, sistem pendanaan ini dijalankan ketika nilai pinjaman yang diajukan peminjam terlalu besar untuk dibiayai satu bank atau satu institusi keuangan. Kerja sama yang terbaru adalah dengan menggandeng Bank BCA untuk menjalankan penerusan pinjaman kepada UMKM.

Dia berpendapat adanya kolaborasi dengan bank, maka akan makin banyak UMKM yang mendapatkan kesempatan dan kemudahan terhadap akses pendanaan untuk bisa berkembang. Selain itu, dengan adanya Bank Sinarmas sebagai bank kustodian, keamanan dana UMKM yang meminjam juga lebih terjamin.

“Potensinya cukup baik, seperti halnya kerjasama antara Modalku dengan BPR, memungkinkan lebih banyak pengguna yang dijangkau sehingga tidak hanya terbatas pada cakupan wilayah operasional,” terangnya.

Reynold percaya bahwa BPR lebih mengenal karakteristik dan kebutuhan dari masyarakat di daerah operasionalnya.

“Keuntungan yang didapatkan adalah antara Modalku dan BPR bisa saling melengkapi layanan yang diberikan kepada UMKM,” jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: