BMKG beri peringatan, Jakarta masih berpotensi diguyur hujan lebat hingga Maret

Selasa, 25 Februari 2020 | 22:52 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

JAKARTA -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi dilanda hujan lebat hingga dasarian kedua atau 10 hari kedua pada Maret 2020. Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) juga masih berpotensi dilanda hujan lebat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat untuk sepekan ke depan dapat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Selanjutnya Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Berdasarkan analisis perkembangan musim hujan pada dasarian kedua Februari, 100% wilayah zona musim di Indonesia telah masuk musim hujan termasuk Jabodetabek," katanya di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Sedangkan cuaca ekstrem yang terjadi di Jabodetabek beberapa hari terakhir secara dominan dipengaruhi oleh faktor dinamika atmosfer skala lokal.

Dwikorita menjelaskan, ada sejumlah hal yang juga turut mempengaruhi terdapat kondisi cuaca di Jabodetabek. BMKG memantau keberadaan siklon tropis Ferdinand yang mulai berkembang pada Senin (24/2/2020) di wilayah Samudera Hindia Selatan.

Selain itu terjadi pula pola pertemuan masa udara yang memanjang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Belokan angin juga terpantau di wilayah Sumatera bagian selatan.

"Keberadaan ini berpengaruh terhadap kondisi cuaca saat ini sejak 23-24 Februari 2020," ucapnya.

Kemudian, terdapat curah hujan sedang hingga sangat lebat di Jabodetabek yang merata dari wilayah selatan hingga utara. Data curah hujan tertinggi pada 24-25 Februari 2020 tercatat di Kemayoran mencapai 278 milimeter (mm) per hari. Curah hujan ini sudah melampaui 150 mm per hari artinya merupakan hujan ekstrem.

Dalam penjelasannya, Dwikorita menambahkan, curah hujan pada dasarian ketiga Februari hingga dasarian kedua Maret diperkirakan curah hujan pada kategori menengah 50-150 mm per dasarian.

Pada 10 hari ketiga Februari seperti saat ini, wilayah yang mengalami hujan kategori tinggi atau lebat ada di wilayah Jawa Barat bagian timur, Jawa Tengah bagian tengah, Kalimantan Barat bagian utara, Sulawesi bagian tengah dan Papua bagian tengah.

Selanjutnya, pada 10 hari pertama Maret hujan kategori tinggi akan terjadi Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat bagian tengah, Sulawesi bagian tengah, Manokwari bagian timur dan Papua bagian tengah. Sedangkan 10 hari kedua Maret hujan lebat akan terjadi di sebagian Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Manokwari bagian timur dan Papua bagian tengah.

Selain potensi hujan lebat, perlu juga diwaspadai gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter di sejumlah perairan di Indonesia.

"BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati dampak ditimbulkan cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, genangan, angin kencang, kilat petir, dan pohon tumbang serta gangguan keselamatan dalam perjalanan," papar Dwikorita. kbc3

Bagikan artikel ini: