Erick Thohir impikan laba BUMN Rp300 triliun, ini kata pengamat

Selasa, 25 Februari 2020 | 10:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Target yang dipatok Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir atas laba perusahaan pelat merah sebesar Rp 300 triliun pada 2024 dinilai terlalu optimistis namun bukan berarti mustahil dicapai.

Pengamat BUMN sekaligus Kepala Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto menjelaskan, pondasi BUMN saat ini tidak cukup solid. Sehingga, BUMN perlu banyak melakukan pembenahan untuk dapat mencapai target optimistis itu.

Menurut Toto, target perolehan laba fantastisbisa dipenuhi bila strategi restrukturisasi BUMN melalui klasterisasi berhasil. Saat ini, tingkat profitabilitas perusahaan pelat merah masih tergolong rendah. Dari total aset Rp 8.000 triliun, seluruh BUMN hanya menghasilkan laba Rp 186 triliun pada 2018.  

“Kemampuan menghasilkan ROA [return on assets] sangat kecil. Hanya sekitar 2,3 persen. Artinya produktivitas aset rendah,” katanya, Senin (24/2/2020).

Menurut Toto, restrukturisasi BUMN melalui klasterisasi dan likuidasi yang diusung Erick Thohir dapat menjadi salah satu solusi. Hal ini diharapkan dapat membuat pengelolaan BUMN menjadi lebih efisien dan lebih fokus. Dia menyarankan, likuiditas BUMN yang tidak sehat bisa dilakukan segera.

Ia yakin apabila restrukturisasi BUMN berjalan mulus, kinerja BUMN bakal terdongkrak. Hal itu akan membantu target pencapaian laba bersih yang sudah ditetapkan pemerintah.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah berharap bisa mendulang laba bersih Rp300 triliun dalam 5 tahun mendatang. Salah satu strategi yang disiapkan adalah restrukturisasi BUMN lewat klasterisasi. kbc10

Bagikan artikel ini: