Soal proses recall kendaraan, ini penjelasan kemenhub

Senin, 24 Februari 2020 | 10:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Astra Honda Motor (AHM) baru-baru ini melakukan penarikan atau recall ribuan unit Honda PCX 150 di Tanah Air. Memang, bagi produsen kendaraan bermotor, program penarikan kembali alias recall merupakan hal biasa, dengan alasan untuk perbaikan dan kenyamanan ke konsumen.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, proses yang lazim disebut recall itu berkaitan dengan adanya kelemahan komponen fisik kendaraan. "Saat pelaksanaan, ada satu kelemahan, misalnya ternyata bensin boros, itu kesalahan teknis. Jadi produsen merasa perlu untuk melakukan recall," ujar Budi, akhir pekan lalu.

Meski terdapat kelemahan hingga menyebabkan kendaraan ditarik, Budi memastikan Honda PCX 150 sebelumnya telah melalui proses uji tipe di Kementerian Perhubungan. Uji tipe dilakukan untuk mengetes komponen keamanan dan keselamatan kendaraan.

Proses uji tipe yang dilakukan Kementerian Perhubungan ini mengacu pada regulasi Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. Adapun komponen yang dites ialah lampu, rem, gas buang, dan komponen lainnya.

Setelah dilakukan proses pengujian dan dinyatakan seluruh komponen berfungsi dengan normal, kendaraan pun dinyatakan sudah dapat dipasarkan. Seumpama produsen menemukan kesalahan setelah uji tipe, ia memungkinkan kesalahan tersebut terjadi pada alat yang tidak masuk kategori yang dites oleh regulator.

"Produsen mungkin melakukan pengetesan lagi untuk alat yang tidak diuji dalam uji tipe. Lalu mereka menemukan kesalahan. Karena butuh kepercayaan pasar, jadi kendaraan ditarik kembali," ujarnya.

Sebelumnya, Astra Honda Motor atau AHM menarik ribuan Honda PCX 150 produksi 26-29 Juni 2019 untuk diperbaiki. Hal ini disebabkan ada masalah pada gigi sentrik di Honda PCX. Perusahaan mengirimkan surat kepada pemilik skutik.

Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman mengatakan penarikan tersebut juga diumumkan secara terbuka melalui media massa. "Diumumkan di koran-koran," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: