Proyek KRL cepat Jakarta- Bandung berpeluang berlanjut ke Surabaya

Minggu, 23 Februari 2020 | 21:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung berpeluang diteruskan hingga Surabaya.

"Jika Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini sukses ke depannya bukan tidak mungkin akan dilanjutkan hingga Surabaya," kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Minggu (23/2/2020).

Budi Karya Sumadi menyatakan optimistis proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat diselesaikan pada akhir 2021. "Kita tetap fokus menyelesaikan ini, 2021 akhir sudah beroperasi. Jadi saya bicara dengan tim PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak masalah, kita bisa optimalkan," kata Menhub.

Saat ini, dikatakan Menhub, progres pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44% sedangkan untuk pembebasan lahan sendiri sudah mencapai 99,96%.Menhub menyebut masih ada sebidang tanah di daerah Bandung yang sedang dalam tahap konsinyasi.

Lebih lanjut, Menhub berpesan kepada KCIC sebagai pelaksana proyek agar pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu. "Satu, harus on time. Yang kedua, mesti ada alih teknologi, dan ketiga adalah jaga hubungan dengan masyarakat banyak dan teamwork harus diperhatikan," ucapnya. 

Terkait dengan wabah virus Covid-19 atau virus korona yang khususnya melanda daratan Tiongkok, Menhub sudah berkoordinasi dengan KCIC dan memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan sesuai rencana dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal.Menhub mengapresiasi KCIC yang juga telah menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal dengan menempatkan sejumlah titik rumah pekerja dengan masyarakat lokal.

Menhub berharap dengan begitu hal ini juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat."Saya bangga dan senang ada suatu proyek kereta cepat pertama kali di Indonesia, ini dikerjakan business to business jadi artinya swasta Indonesia dengan swasta China (Tiongkok). Ini merupakan proyek strategis yang kita inginkan karena tidak membebani APBN. Bayangkan ada Rp 83 triliun yang masuk Indonesia dari swasta dalam proyek ini," ujar Menhub.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra memastikan pihaknya telah mengantisipasi adanya sejumlah kondisi tanah yang rawan atau labil di beberapa titik di Jawa Barat. Selain faktor tanah, faktor cuaca ekstrem yang sedang terjadi akhir-akhir ini juga telah diantisipasi oleh PT KCIC sehingga diharapkan cuaca ekstrem tidak akan mempengaruhi proses pengerjaan proyek. "Jadi yang rawan sudah kita mitigasi. Kita sudah antisipasi hal tersebut," jelas Chandra. 

Sebagai informasi, saat ini PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Nantinya Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 km dengan empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar (Bandung). Dari jalur tersebut sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated. 

Sedangkan, sisa jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui tunnel atau terowongan yang menembus bukit. Dengan keberadaan kereta ini, waktu tempuh Jakarta – Bandung akan lebih cepat yaitu sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 km/jam.kbc11

Bagikan artikel ini: