Stok menipis, pemerintah diminta segera buka keran impor garam industri

Sabtu, 22 Februari 2020 | 08:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta untuk segera memutuskan impor garam untuk kebutuhan industri. Hal ini menyusul kekhawatiran para pelaku industri terkait menipiskan stok garam dan berpotensi mengganggu produksi.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal menyataka,n pemerintah khususnya Menteri Perdagangan harus segera memutuskan pemberian izin impor. Hal ini juga harus disertai dengan adanya data yang akurat agar impor garam yang dilakukan tidak merugikan petani garam lokal.

"Ini bergantung pada akurasi data dan kecepatan eksekusi, pengambilan keputusan. Kalau datanya tidak tepat maka pengambilan keputusan akan terlambat," kata dia di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

"Soal eksekusi izin, kalau permintaan besar maka harus dipantau terus. Kalau kita memang harus impor karena produksi dalam negeri kurang ya mungkin memang itu yang harus dilakukan," imbuhnya.

Selain soal impor garam, dirinya juga menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja sektor perdagangan. Sejauh ini, sejumlah harga komoditas melambung bahkan stoknya menipis sehingga menggangu kelangsungan produksi. Sebut saja garam, bawang putih dan gula.

Menurut dia, selama ini juga belum ada gebrakan yang positif di sektor perdagangan. Padahal Indonesia tengah dihadapkan gejolak ekonomi global yang tentu akan berpengaruh pada kinerja ekspor.

"Belum ada langkah signifikan yang dilakukan dalam 100 hari pertama. Presiden Jokowi harus mengevaluasi," kata Faisal. kbc10

Bagikan artikel ini: