Driver taksi online usulkan tarif order minimum Rp20 ribu

Kamis, 20 Februari 2020 | 21:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Driver Online (ADO) meminta pemerintah untuk menetapkan tarif minimal untuk order taksi online. Alasannya, dalam tiga tahun terakhir tidak ada perubahan signifikan mengenai tarif per kilometer taksi online.

Ketua Umum ADO, Wiwit Sudarsono menyebut seharusnya tarif bisa dievaluasi setiap 6 bulan sampai 1 tahun. Nah penyesuaian tarif ini harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti inflasi, harga BBM dan lainnya.

"Kami masuk dengan forum pemerintah yang menyusun ini, kami usulkan tarif batas bawah (TBB) Rp 3.500 per km dan tarif batas atas (TBA) Rp 6.000 per km," ujarnya, Rabu (19/2/2020)

Dia menjelaskan, skema yang diusulkan itu untuk melindungi driver bahwa untuk jam sepi pendapatannya bisa diukur melalui TBB. Sedangkan TBA diusulkan agar pelanggan juga terlindungi, kendati jam ramai pelanggan tidak terbebani lonjakan tarif yang terlalu tinggi.

Di luar itu, dirinya berharap pemerintah juga bisa menetapkan tarif order mininum tarif taksi online. Dalam radius 0 km hingga 3 km akan ada argo minimum. Hal ini terus dibicarakan dan didiskusikan dengan Litbang Kemenhub untuk melihat respon masyarakat.

"Taksi online sudah 3 tahun belum ada revisi aturan tarif, kami usulkan minimal trip-nya untuk 0 km-3 km itu Rp 20.000," lanjut Wiwit.

Minimal order ini dilakukan karena banyak kasus di jalan yakni titik penjemputan yang terkadang memutar dan lebih jauh dari jarak order sebenarnya. 

Sehingga menurutnya perlu rasanya ada minimal order agar driver taksi online lebih terlindungi dari sisi pendapatan. kbc10

Bagikan artikel ini: