Bangun smelter di Gresik, Freeport rogoh kocek US$600 juta

Rabu, 19 Februari 2020 | 20:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Freeport Indonesia bakal segera memulai pembangunan smelternya pada Agustus 2020 mendatang. Pembangunan smelter merupakan komitmen Freeport yang tertuang dalam perjanjian divestasi saham dan pemberian izin usaha pertambangan khusus (IUPK) oleh pemerintah.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan, pihaknya menganggarkan dana sekitar US$600 juta untuk pembangunan fisik smelter. Tony menjelaskan, untuk pembangunan smelter perusahaan membutuhkan dana sekitar US$3 miliar untuk keseluruhan konstruksi pembangunan smelter ini. Namun dari kebutuhan dana tersebut sebanyak US$2,8 miliar akan didapatkan perusahaan dari pinjaman bank.

Hanya saja dirinya tidak menyebutkan dari mana pinjaman yang didapatkan perusahaan. Namun yang jelas ada beberapa bank yang sudah menyampaikan minatnya untuk memberikan pinjaman untuk pembangunan pabrik.

"Gabungan baik dalam dan luar negeri," kaya Tony di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Tony berharap pencairan dana ini bisa segera sebab sejak tahun ini perusahaan sudah mulai membutuhkan dana tersebut. Mengingat proses menuju pembangunan smelter ini juga sudah semakin dekat. "Kita harap segera, karena kan kita mulai keluar uang tuh tahun ini. We need the money," ujar Tony.

Adapun saat ini, progres pembangunan smelter ini sudah mencapai 4,88%. Progres tersebut masih dalam tahap pemadatan lahan dan diharapkan dalam waktu tiga bulan ke depan sudah rampung.

"Saat ini progres pembangunan smleter sudah 4,88 persen. Pemadatan lahan sedang kami lakukan, harapannya tiga bulan lagi selesai, lalu kami lakukan lelang EPC dan Agustus harapannya sudah mulai konstruksi," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: