Jaring anak muda berkoperasi, Kemenkop percepat digitalisasi

Selasa, 18 Februari 2020 | 09:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) tengah gencar untuk mengembangkan digitalisasi koperasi.

Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto mengatakan, saat ini sedang menjajaki kolaborasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) untuk mengimplementasikan digitalisasi koperasi.

"Kemenkop dan UKM sedang mengembangkan modernisasi koperasi, artinya di era ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama anak muda, bahwa koperasi itu keren dan sesuai dengan kebutuhan mereka," kata Rulli, Senin (17/2/2020). 

Menurutnya saat ini masih terdapat anggapan koperasi merupakan entitas yang ketinggalan zaman. Untuk itu, Rulli menuturkan Kemenkop dan UKM bersama BAKTI Kemenkoinfo  membahas bentuk pengembangan digitalisasi yang dapat diadopsi koperasi. 

Rulli mengatakan digitalisasi akan memudahkan berjalannya bisnis koperasi. "Ini mulai dari meningkatkan pelayanan kepada anggota hingga menghubungkan produsen (petani) dan pembeli (offtaker) lewat aplikasi," ujar Rulli. 

Dengan begitu, Rulli mengatakan untuk selanjutnya koperasi dapat memudahkan para anggotanya dan fokus bagaimana meningkatkan kualitas produksi. Sementata untuk hal lainya seperti pemasaran mka koperasi akam menangani dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. 

Sementara itu, Direktur Utama BAKTI Anang Latif mengatakan sangat mendukung program Kemenkop dan UKM dalam digitalisasi koperasi. "Digitalisasi akan memperluas jaringan dan kemudahan bisnis bagi koperasi," tutur Anang. 

Anang memastikan siap membantu koperasi dan UMKM dengan membangun jaringan teknologi hingga ke daerah dan melakukan pelatihan dan pendampingan. Anang menambahkan Kemenkoinfo akan melalukan pembahasan lebih lanjut untuk mencari bentuk digitalisasi yang paling efektif bagi koperasi dan UMKM. 

Selama ini, lanjut Anang, persepsi masyarakat terhadap koperasi sebagai aktivitas bisnis sederhana. Anang menilai dengan menyatukan aktifitas bisnis koperasi dan teknologi hasilnya akan lebih kompetitif. 

"Misalnya, koperasi yang sebelumnya melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) harus melakukan rapat, ke depan cukup dengan sistem digital," ujar Anang. 

Anang menambahkan dengan teknologi maka UMKM dan koperasi akan lebih mudah menjual produknya dan bisa mendapatkan harga terbaik. Seperti komoditas pertanian daerah yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi dengan bantuan teknologi pemasarannya dapat lebih luas. 

"Bagaimana produknya yang dulu dikuasai oleh tengkulak dan jaringan tertentu ke depan dijual langsung kepada pembeli baik di dalam negeri dan luar negeri," jelas Anang. kbc10

Bagikan artikel ini: