Potensi besar, RedDoorz incar pasar komunitas di Surabaya

Senin, 17 Februari 2020 | 11:34 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masih lesunya ekonomi dalam negeri tak membuat pelaku bisnis pariwisata pasrah. Bahkan mereka cenderung lebih inovatif untuk menggaet pasar yang dianggap potensial. Seperti yang dilakukan RedDoorz dengan menggaet pasar komunitas di Surabaya yang jumlahnya sangat besar.

Platform manajemen dan pemesanan hotel online terbesar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara ini melakukan terobosan berupa "RedCommunity Competition" di Surabaya. Yaitu kompetisi yang dikhususkan bagi komunitas Surabaya yang telah bergabung dalam RedCommunity dengan mengumpulkan poin yang diperoleh saat menginap di jaringan hotel RedDoorz.

 

"Ini merupakan bentuk komitmen RedDoorz untuk terlibat aktif dan mendukung berbagai kegiatan komunitas di Surabaya," ujar Area Marketing Manager RedDoorz untuk Jawa Timur dan Indonesia Timur, Glenn Karela di sela acara "RedCommunity Kickoff East Java 2020" yang digelar di Satu Atap Co-working Space, Surabaya, Sabtu (15/2/2020).

 

Dijelaskannya, RedCommunity Competition merupakan kompetisi yang mengajak para anggota komunitas untuk dapat menjalankan rutinitas aktivitas komunitasnya secara nyaman dengan didukung oleh layanan penginapan dan akomodasi yang nyaman dari RedDoorz. Kompetisi ini ditandai dengan peluncuran di tanggal 15 Februari dan dimulai secara efektif dari tanggal 20 Februari hingga 30 April 2020.

Melalui perhelatan ini, RedDoorz menargetkan jumlah komunitas yang  tergabung dalam RedCommunity akan semakin banyak, dari saat ini yang mencapai 150 komunitas menjadi 200 lebih komunitas. "Karena jumlah komunitas di Surabaya sangat banyak. Jumlah jenis komunitas yang ada di Surabaya ini bisa lebih banyak dari Jakarta. Di Surabaya misalnya, ada komunitas Laundry, komunitas Pokemon bahkan ada juga komunitas Agus," tambahnya.

Terlebih prosentase penerimaan masyarakat Surabaya terhadap Brand RedDoorz cukup tinggi. Mengacu pada penelitian yang diadakan Jakpat, lembaga survei independen di akhir 2019 lalu, 89 persen masyarakat di provinsi Jawa Timur memang telah menunjukkan kesadarannya terhadap merek RedDoorz. Area Surabaya dan sekitarnya pun telah berada dalam posisi lima besar area dengan jumlah okupansi terbanyak hotel RedDoorz di Indonesia.

 

Kondisi ini disinyalir karena layanan RedDoorz yang terstandardisasi, mudah ditemukan di berbagai wilayah di Jawa Timur dan Indonesia, serta terjangkau. Selain itu, RedDoorz juga dianggap sangat cocok dengan kebutuhan para anggota komunitas yang mayoritas adalah generasi milenial yang menginginkan layanan penginapan yang nyaman. 

"Kompetisi ini merupakan bagian dari kampanye #Semudahitu yang sedang RedDoorz jalankan, yang memudahkan masyarakat untuk menjalankan aktivitasnya secara nyaman dan mendapatkan tempat beristirahat yang dapat diandalkan di jaringan hotel RedDoorz yang tersebar di ratusan kota di Indonesia," kata Glenn.

Saat ini, RedDoorz memiliki sejumlah 45 hotel di Surabaya dan 85 di Jawa Timur dari total 1.500 properti di seluruh Indonesia yang tersebar di lebih dari 120 kota di Indonesia. kbc6

Bagikan artikel ini: