MPMX bidik pertumbuhan kinerja 10% di 2020, ini pemicunya

Rabu, 12 Februari 2020 | 09:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten distribusi dan rental otomotif  PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) optimis kinerjanya bakal tumbuh positif di tahun ini. Perseroan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 5%-10% pada 2020.

Menurut General Manager Corporate Communication MPMX, Natalia Lusnita, tahun ini bisnis rental, penjualan otomotif beserta suku cadangnya memiliki prospek yang baik, dipicu oleh pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan akan mendukung pertumbuhan kota-kota kecil dan mengintegrasikan kota yang satu dengan yang lainnya. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan kebutuhan mobilisasi pada masyarakat sehingga mengerek permintaan kendaraan bermotor beserta suku cadang otomotifnya.

Kondisi ini akan menguntungkan MPMX mengingat sebagian besar pendapatan perseroan berasal dari segmen usaha penjualan kendaraan roda dua dan empat dan suku cadang otomotif. 

Pada sembilan bulan pertama tahun lalu misalnya, penjualan segmen tersebut tercatat menyumbang pendapatan sebesar Rp 11,42 triliun atau setara dengan 91,61% dari total pendapatan perseroan pada periode tersebut.

Terlebih, MPMX memegang hak sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. “Merek Honda memiliki pangsa pasar terbesar di segmen roda dua sehingga ini juga menjadi salah satu strength bagi kami,” kata Natalia baru-baru ini.

Di sisi lain, MPMX juga akan terus menggenjot kinerja segmen usaha penyewaan rental dengan terus meremajakan armada unit yang telah dimiliki. Asal tahu saja, saat ini perseroan telah memiliki sebanyak 12 armada. 

Hingga tutup tahun nanti, perseroan masih akan terus memperbanyak jumlah armada yang dimiliki. Adapun jumlah armada baru yang ditambah akan bergantung pada besarnya utilisasi dan permintaan pasar.

Untuk menunjang kinerja, tahun ini perseroan akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600 miliar - Rp 700 miliar dari kas internal dan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari pihak ketiga.

Sebagian dari dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan warehouse guna mendukung bisnis roda dua entitas anak perusahaan, yakni MPM Mulia di Jawa Timur dan NTT. Selain itu, sebagian capex sisanya juga akan digunakan untuk pembelian unit mobil baru guna mendukung segmen usaha penyewaan mobil.

Natalia mengatakan perseroan belum memiliki rencana untuk menambah ataupun memperluas jaringan distribusi sementara ini. Asal tahu saja, saat ini, perseroan telah memiliki 40 outlet dan 283 diler di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur untuk sepeda motor Honda.

Sementara itu, jaringan distribusi suku cadang dua roda dan empat roda perseroan terdiri atas lebih dari 7.600 outlet di seluruh wilayah Indonesia. “Saat ini fokus kami adalah menguatkan jaringan distribusi yang sudah ada,” ucap Natalia. kbc10

Bagikan artikel ini: